EkonomiHeadline News

Komisi III DPRD Balut Kunjungi Pedagang Beras

FOTO Komisi III Saat wawancara penjual beras

BALUT, KABAR BENGGAWI- Jumat (03/04) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Laut (Balut) melaksanakan pengecekan harga beras di sejumlah pedagang yang ada di pasar. Kunjungan tersebut ikut serta Ketua DPRD Mahdiyani Bukamo dan beberapa instansi terkait.

Patwan Kuba mengatakan, berdasarkan hasil dialog dengan pedagang beras ada beberapa faktor yang membuat harga beras naik di antaranya adalah akibat isu lockdown di beberapa daerah sehingga masyarakat panik baik di kota luwuk dan daerah sulawesi selatan sebagai daerah tempat pengambilan beras pedagang.

“Dari dua sumber distribusi beras untuk di Balut memang sudah mengalami kenaikan harga, Sehingga secara otomatis di Balut juga naik.” Kata Patwan

Selain itu juga ongkos buruh pelabuhan banggai pun ikut naik 2.000/karung, hal ini disebabkan jadwal kapal dari Luwuk masuk ke pelabuhan Banggai di sore hari, aktifitas bongkar muatan di malam hari,” Ini sala satu faktor naiknya harga buruh.” terangnya.

“Kami berharap Disnaker turun lapangan mengatur sewa buruh ini agar tidak mempengaruhi harga beras kasian masyarakat,” tambahnya

Kenaikan beras juga kata Patwan, di akibatkan karena memang Toili selaku lumbung padi kab banggai belum panen, hanya daerah yang di Sulsel yang saat ini sedang panen beras, Selain beras gula pasir pun ikut naik yang biasanya 880 ribu per satu karung sekarang menjadi 900 ribu per karung. “Untuk barito kami berkeliling di pasar tidak mengalami kenaikan. Man

Update covid-19