Evaluasi Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting, Alimudin : Keluarga Beresiko Telah Dinilai oleh Dokter Ahli

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Banggai Laut menggelar evaluasi tindak lanjut audit kasus stunting tingkat Kabupaten, Kamis (22/12/2022).

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Kesehatan Alimudin dalam laporannya terkait pelaksanaan evaluasi tindak lanjut audit kasus stunting mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan Audit Kasus Stunting tingkat kecamatan yakni di Kecamatan Labobo tanggal 10 Desember 2022 dan Kecamatan Banggai Selatan tanggal 15 Desember 2022. Pada pertemuan AKS di 2 Kecamatan tersebut dipaparkan hasil identifikasi kasus yakni kecamatan Banggai Selatan Desa Tolokibit terdapat 2 Ibu hamil beresiko, Desa Kelapa Lima satu Ibu hamil beresiko.

“Kecamatan Labobo Desa Bontosi 2 Ibu hamil beresiko, satu bayi dua tahun stunting, Desa Padingkian satu bayi dua tahun stunting, Desa Lalong satu bayi dua tahun stunting, dan Desa Paisulamo satu ibu hamkl beresiko,satu bayi dua tahun stunting, dengan total secara keseluruhan 10 sasaran,” jelas penyandang gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat itu.

Alimudin menuturkan, Keluarga bersiko ini telah dilakukan penilaian oleh para pakar yakni dokter ahli kandungan dan anak dengan memberikan rekomendasi untuk
tindak lanjut yang menjadi tugas TPPS baik tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB dr. Zulkifli Panggato menuturkan, kegiatan audit kasus stunting dilakukan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa.

“Kegiatan AKS dilaksanakan di 6 kecamatan 13 desa. 6 kecamatan tersebut yakni banggai, Batara, Basel, Labobo, Bangkurung, dan Banggai Tengah dengan sasaran audit ibu hamil beresiko 12 orang, calon pengantin satu orang, baduta 8 orang dan balita satu orang dengan total sasaran audit 22 orang,” kata dr. Zulkifli.

Ia mengatakan, Setelah dilakukan audit maka semua OPD yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting ( TPPS) kabupaten, TPPS kecamatam dan TPPS desa untuk memberikan intervensi kasus yang ada sehingga bisa mencegah terjadinya kasus kasus baru.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Kesejahteraan Masyarakat Aswin Musa menuturkan, bahwa untuk mencapai hasil yang opitmal dibutuhkan dukungan dan banfuna semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Banggau Laut 14 persen sesuai dengan target nasional pada 2024.

“Angka prevalensi stuntin kita susuai survei SGI masih tinggu dari capaian target nasional, sedangkan waktu efektif yang tersisa kurang lebih 2 tahun,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, dalam rangka mencapai itu target tersebut tentunya tidaklah muda, namun dengan kerja keras dan saling bahu membahu dari semua komponen dan elemen pemerinta maupun swasra dan masyarakat untuk menurunkan kasus stunting di Banggai Laut.

“Saya sangat berharap melalui kegiatan evaluasi tindak lanjut kasus stunting di Kecamatan Labobo dan Banggai Selatan dapat dilaksanakan sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD yang tergabung dalam tim TPPS untuk menindaklanjuti permasalahan stunting di dua Kecamatan tersebut untun segera melaksanakan intervensi sensitif maupun spesifik,” tandasnya.

Penulis : Nomo
Editor : –

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
error: Content Kami Lindungi !!!