“Melalui AIFA, tahun lalu pemerintah pusat dan daerah bisa berkolaborasi untuk refocusing anggaran Pemda. Misalnya untuk mendukung belanja kesehatan, belanja social safety net, maupun untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Sudarto, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi.
Lebih lanjut, AIFA membantu optimalisasi kas daerah dari Rp102 triliun di akhir tahun 2019 menjadi Rp94 triliun di akhir tahun 2020.
“Terkait dengan pengelolaan kas dengan forecasting yang lebih baik, tahun lalu saldo kas di Pemda bisa dioptimalkan turun sekitar 8,18% dibandingkan saldo kas sebelumnya,” ujar Sudarto.
Inisiasi pemanfaatan AI di pemerintahan merupakan upaya mewujudkan data-driven culture dalam pengambilan kebijakan (evidence-based policy).
“AIFA tidak langsung menghasilkan kebijakan, tapi AIFA adalah alat untuk menghasilkan kebijakan yang lebih baik,” tutup Wamenkeu. (dep/ip/hpy)
Halaman : 1 2

















