
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir mengungkapkan, walaupun pelaksanaan STQH sempat berkali-kali diundur akibat lonjakan kasus COVID-19 dan dampak PPKM di Sulteng, namun kondisi ini tidak menciutkan semangat perjuangan untuk terus mendalami dan mengembangkan isi kandungan Al-Qur’an untuk kebaikan kemaslahatan umat.
Terlebih lagi dengan berakhirnya STQH bukan berarti tugas dianggap selesai, setelah ini tetap harus melanjutkan upaya-upaya menumbuhkan kecintaan kepada Al-qur’an memberantas buta aksara alquran, menyepurnakan ahlak dan perilaku umat.

“Terutama meluruskan niat membangun daerah ini dalam bingkai gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan maju,” jelas Wagub Mamun Amir.

Ia juga mengajak agar para peserta menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, kata mantan Bupati Banggai tersebut dapat menjalin simpul persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama semakin erat terjaga dengan hadirnya STQH.
“Semoga STQH ini dapat menjadi daya ungkit untuk kesejahteraan masyarakat Sulteng,” tutur mantan ASN di Kementerian Perdagaan RI tersebut. (NOMO/MAN/Adv)
Halaman : 1 2

















