Mantan Ketua KMI-Balut Gorontalo itu juga menjelaskan, dengan disrupsi digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan Desa akan terbuka dan transparansi dalam pengelolaan DD maupun ADD. Pengelolaan DD dan ADD akan memperkuat ekonomi di akar rumput,
“Membuat kelompok UMKM, BumDes kembali dihidupkan dengan memberikan penyertaan modal yang maksimal, Ini yang insya allah akan kami lakukan,” pungkasnya.
Kades yang masih berstatus lajang ini meyakini, meski umurnya masih tergolong sangat muda namun ia tetap merendah dan tetap mendengarkan arahan dari para tokoh-tokoh di Desa Sasabobok. “Intinya pembangunan akan berjalan jika semua stake holder masyarakat ikut terlibat pembangunan di Sasabobok,” ungkapnya. NOMO
Halaman : 1 2

















