“Kami berharap ada kiat-kiat dan inovasi yang dapat kami inplementasikan di Sulteng lewat sharing pengalaman BKKBN Jatim khususnya dalam memperoleh ZI-WBBM serta program Bangga Kencana pencegahan Stunting ,” ujarnya.
Maria Ernawati mengatakan, sebuah kehormatan mendapat kunjungan dari BKKBN Sulteng.
“Kami berharap juga dapat memperoleh informasi bagaimana pelaksanaan program di Sulawesi Tengah, yang nantinya dapat dipadukan dalam mendukung pencapaian pelaksanaan program Bangga Kencana di Jatim,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk pelaksanaan program Bangga Kencana dan PPS, BKKBN Jatim memanfaatkan teknologi informasi dengan mengembangkan beberapa aplikasi berbasis web dan android, untuk memudahkan dalam monitoring dan pelaksaan program.
“Karena kondisi mendorong kita harus berinovasi dalam bekerja, kita harus bekerja tidak seperti biasanya, dimana jatim merupakan provinsi besar dengan jumlah penyuluh dan kader yang ribuan perlu dikembangkan inovasi agar bisa melaksanakan monitoring secara efektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng itu mengatakan, adapun aplikasi tersebut diantaranya aplikasi absen Penyuluh KB untuk monitoring kehadiran dan pembayaran tukin, aplikasi DUPAK Penyuluh KB, Aplikasi ASN KB terkait layanan kepegawaian, Aplikasi Perjalanan Dinas.
“Selain di BKKBN Jatim, beberapa kabupaten kota juga telah mengembangkan aplikasi terkait monitoring dan pelaporan Tim Pendamping Keluarga,” tandas Erna.
Halaman : 1 2

















