Warisan Peradaban Pra-Aksara, Sebuah Keajaiban Megalitikum di Sulawesi Tengah

- Jurnalis

Kamis, 25 Juli 2024 - 06:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu Pallindo di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah (Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah)

Batu Pallindo di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah (Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah)

Gray yang juga gemar fotografi mengatakan, terdapat ratusan artefak batu besar di Lembah Napu, Besoa, dan Bada dalam Taman Nasional Lore Lindu, Sulteng. Bentuknya beraneka rupa, mulai dari silinder patung atau batu rata dengan tanda cawan. Ukurannya mulai dari 2 kaki hingga 15 kaki dan tiap patung dibuat tanpa kaki dengan umumnya bentuk kepala besar dan aneh atau hiasan geometrik yang abstrak.

Ia menyebut batu-batu misterius itu memiliki kemiripan dengan yang dia temukan pada pusat batu besar purba di Taman Arkeologi San Augustin, Kolombia. “Kemiripan paling dekat mengenai teka-teki megalitik yang bisa saya ungkap adalah ukirannya sama seperti di San Augustin, Kolombia,” kata Gray.

BACA JUGA :  Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Tidak ada penyelidikan mitologi, antropologi, arkeologi, etnologi yang memberi gambaran mengenai usia, asal usul atau tujuan dari batu-batu besar itu dibentuk menjadi wadah. Dia mengelompokkan peninggalan purbakala di Sulteng sebagai yang tertua di dunia bersama di Pulau Paskah di Chile.

Batu-batu besar itu menyebar di Desa Watunonju, Bangga, Tulo, dan Pevunu seluruhnya di Kabupaten Sigi. Bentuknya beraneka rupa seperti lumpang dari batu putih yang mengandung partikel kristal putih dan tembikar berhias. Kemudian menhir, kubur batu, dan lumpang berjumlah 312 benda di Lembah Napu dan 824 megalit di Lembah Behoa dan 330 lainnya di Lembah Bada. Sedangkan di Situs Pokekea ada 103 benda megalit berupa gerabah batu, kalamba dan tutupnya, arca batu, altar, dulang, dan makam batu.

BACA JUGA :  Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng pada 2023 lalu mencanangkan provinsi tersebut sebagai Negeri Seribu Megalit. Pencanangannya dilakukan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Palu pada 3 Oktober 2023 lalu. “Gandeng semua pemangku kepentingan untuk menyiapkan Negeri Seribu Megalit sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah sehingga dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah,” kata Wapres.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu juga meminta Pemprov Sulteng melakukan promosi termasuk memanfaatkan media sosial sebagai alat paling tepat mengenalkan Negeri Seribu Megalit kepada dunia. Wapres Ma’ruf Amin menyebut, media sosial sebagai alat promosi efektif didukung narasi kuat mengedepankan wisata budaya sejarah megalitikum sebagai bagian peradaban dunia.

BACA JUGA :  Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyebutkan, julukan provinsinya sebagai Negeri Seribu Megalit diberikan guna mempromosikan kemegahan kawasan cagar budaya megalitikum di Lembah Napu, Lembah Behoa, dan Lembah Bada yang tersebar di Kabupaten Poso dan Lembah Lindu di Kabupaten Sigi. Ia berharap, pencanangan sebagai Negeri Seribu Megalit akan mempercepat penetapan kawasan megalitikum di Sulteng sebagai Warisan Dunia (World Heritage) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan
Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara
Banggai Laut Raih Lima Penghargaan Pendidikan, Peringkat Kedua Setelah Kota Palu
Bupati Sofyan Kaepa Dapat Dukungan Bank Dunia Untuk Pengembangan Tata Ruang Kota
Kejari Fasilitasi, Dispar Banggai Laut Bahas Optimalisasi Aset Jadi Destinasi Wisata
Bantuan Berani Sejahtera Disalurkan, Bupati Sofyan Apresiasi Gubernur Sulteng
AJBL Kirim Dua Wartawan Banggai Laut Ikut Uji Kompetensi Wartawan di Banggai
Komisi III DPRD Sulteng Bersama Bupati Sofyan Kaepa Tinjau Pembangunan Jembatan Paisu Puso
Berita ini 704 kali dibaca
Tag :
https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNXVlwswh_-uAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

Berita Terbaru

Banggai Laut

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Banggai Laut

Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan

Banggai Laut

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Advertorial

Bupati Sofyan Kaepa Dorong CKG Menjangkau Desa

Berita

Pelabuhan Bungin Resmi Dapat Izin Operasional, Pemkab Usulkan Masuk Rute Kapal Perintis

Banggai Laut

Lahan Polres Banggai Laut Akan Dinilai KJPP, Hutang Pemda Terbayarkan 9,1 Miliar

Rekomendasi untuk Anda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:19 WITA

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19 WITA

Banggai Laut Raih Lima Penghargaan Pendidikan, Peringkat Kedua Setelah Kota Palu

Selasa, 15 September 2026 - 12:55 WITA

Bupati Sofyan Kaepa Dapat Dukungan Bank Dunia Untuk Pengembangan Tata Ruang Kota

Rabu, 9 September 2026 - 18:14 WITA

Kejari Fasilitasi, Dispar Banggai Laut Bahas Optimalisasi Aset Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru

Banggai Laut

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:19 WITA

Banggai Laut

Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:02 WITA

Banggai Laut

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Jumat, 16 Okt 2026 - 08:19 WITA

Advertorial

Bupati Sofyan Kaepa Dorong CKG Menjangkau Desa

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:39 WITA

Berita

Pelabuhan Bungin Resmi Dapat Izin Operasional, Pemkab Usulkan Masuk Rute Kapal Perintis

Senin, 5 Okt 2026 - 12:39 WITA