“Kami harus naik ke bukit dulu kurang lebih satu kilo setiap hari kalo mau kuliah online, parahnya lagi kalo musim hujan begini, torang tinggal ba bikin sasabua di tempat ada sinyal” kata Alfarizi kepada kabarbenggawi.com, Selasa(9/06)
Selain itu Nasrul Adungka, salah satu pemuda di desa Lesan mengatakan, Selain mahasiswa yang belajar daring ada juga siswa SMP dan SMA, meskipun, kata Nasrul mereka sudah ada di atas bukit sinyal yang di dapatpun tidak maksmal. “Teman-teman yang belajar maupun ujian online bahkan harus mengirimkan tugas sampai 15 kali berulang-ulang agar bisa terkirim,” tutur Alumni Untika tersebut
Nasrul berharap pemda Bangkep lebih memberi perhatian kepada mereka yang tidak memiliki jaringan internet untuk memudahkan mereka menjalani kuliah online selama masa pandemi Covid-19.*(Nomo/Man)

Halaman : 1 2

















