India, imbuh Retno, juga berperan penting mendukung pengadaan vaksin COVID-19 melalui kerangka multilateral COVAX Facility.
“Indonesia sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan India di masa pandemi ini. Sekarang saatnya untuk menunjukkan dukungan Indonesia. Indonesia akan selalu mendukung India dalam situasi sulit ini dan berkomitmen untuk berbagi beban dengan rakyat India. Teman yang ada saat dibutuhkan adalah teman sejati,” tuturnya dalam acara pelepasan bantuan hibah yang dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti ini.
Dalam pernyataannya, Menlu juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pengiriman hibah ke India ini.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, antara lain Sekretariat Negara, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan pihak lain yang tidak dapat saya sebut satu per satu, atas kerja sama yang diberikan sehingga bantuan kemanusiaan ini dapat dikirim pada hari. Semoga upaya dan ikhtiar kita ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di India,” ujarnya.
Dalam keterangan persnya, Menlu juga menyampaikan, bantuan kemanusian ini bukan bantuan yang pertama yang dikirimkan Pemerintah Indonesia untuk penanganan COVID-19 bagi negara-negara sahabat.
Di awal pandemi yang terjadi di Wuhan, Indonesia juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti masker, sarung tangan, dan hand sanitizer. Indonesia juga memberikan bantuan kepada Palestina dan negara-negara Pasifik serta berkontribusi melalui CEPI untuk mendukung akses setara vaksin bagi semua negara.
“Kita meyakini untuk berhasil melawan pandemi solidaritas, kolaborasi, dan kerja sama merupakan sebuah keharusan. No country should be left behind. No one is safe until everyone is. Hanya dengan spirit solidaritas dan kerja sama kita dapat keluar dari pandemi ini sebagai pemenang. Recover together, recover stronger,” pungkas Menlu.
Turut hadir dalam pelepasan bantuan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (FID/UN)
Halaman : 1 2

















