Headline NewsSulteng

Wagub Ma’mun Amir Optimis Pembentukan Provinsi Sultim

BANGKEP, KABAR BENGGAWI – Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) masih terus diperjuangkan hingga saat ini. Salah satu kekuatan untuk perjuangan Sultim datang dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir.

Wagub Ma’mun Amir terus optimis dan teguh dengan komitmennya untuk DOB Provinsi Sultim. Ia mengatakan, salah satu misinya dimasa kepemimpinnya bersama Gubernur Rusdy Mastura saat ini merupakan kerinduan masyarakat Kabupaten Banggai Bersaudara (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut) yakni mendorong pembentukan DOB Provinsi Sultim.

Sebab, kata Dia dengan lahirnya pemekaran Provinsi Sultim dipastikan akan terjadi percepatan desentralisasi pelayanan dan peningkatan lapangan kerja.

“Termasuk peningkatan produktivitas pada sektor unggulan daerah,” kata Wagub Ma’mun Amir saat membuka seminar otonomi daerah (OTDA) yang bertajuk Dampak Penyederhanaan Birokrasi terhadap kemudahan Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah di Salakan, Sabtu (26/6).

BACA JUGA :  Polsek Banggai Berkurban

Mantan Bupati Kabupaten Banggai itu juga menjelaskan, pelaksanaan seminar itu juga bisa bermanfaat dan menambah wawasan dan semangat dalam praktek-praktek otonomi daerah dan berbirokrasi yang amanah. Hal itu bisa memajukan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Bumi Trikora Banggai Kepulauan.

“Sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur kami telah menetapkan visi bergerak cepat menuju Sulawesi Tengah lebih sejahtera dan maju, dengan misi Meningkatkan kualitas manusia Provinsi Sulawesi Tengah melalui reformasi sistem pendidikan dan kesehatan dasar,” tutur Mantan Anggota DPD RI tersebut.

Ia juga mendorng agar sinergitas dan kerjasama pembangunan antar daerah bertetangga se kawasan maupun didalam Provinsi Sulawesi Tengah dan luar Provinsi bertetangga. “Pelayanan publik bidang teknologi informasi yang terintegrasi dan dijalankan secara sistematis dan digital,”tandasnya.

BACA JUGA :  Kesal Dituduh "Ba Hugel", Suami di Luwuk Tega Pukul Istri Pakai Obeng Hingga Pingsan

Dilansir dari Insulteng.com, Akademisi Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Sutrisno K Djawa mendorong agar bupati dan ketua DPRD baik yang ada di 6 Kabupaten yakni Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Banggai, Bangkep dan Balut agar segera duduk bersama menyamakan presepsi tentang percepatan pemekaran DOB Provinsi Sultim.

Disisi Administrasi, usulan pemekaran provinsi Sultim sebagai DOB sudah terpenuhi dan tinggal mempercepat prosesnya melalui langkah politik.

“Kalo masing-masing mereka ke Komisi II, bisa saja moratorium dicabut dengan pertimbangan kepentingan rakyat. Apalagi yang menjadi aspek penting adalah ekonomi kewilayahan,” kata Sutrisno

Memang diakui dia, mempertemukan para pimpinan daerah tersebut, bukan hal yang mudah terlebih lagi dengan kesibukannya masing-masing. Namun itu bisa saja terjadi jika anggota DPRD Sulteng yang berasal dari dapil wilayah cakupan Sultim, menginisiasi pertemuan tersebut.

BACA JUGA :  Catat! Berikut Usulan Tarif Penerbangan Bandar Udara Banggai Laut ke Beberapa Kota

“Ada beberapa anggota DPRD Sulteng yang berasal dari dapil sini. Ada Sri Lalusu, Surianto, Naser Djibran, Ronald Gula dan beberapa anggota DPRD Sulteng lainnya. Jadi mereka tidak hanya diam. Biar ada gunanya dipilih,” tuturnya.

Begitu juga dengan tokoh lainnya yang berasal dari cakupan Sultim, semisal Ahmad Ali dan Anwar Hafid yang merupakan anggota DPR RI dari daerah Sultim. Mereka bisa menginisiasi pertemuan itu,” katanya.

Jika bisa terealisasi, maka dalam pertemuan itu hanya akan membahas bagaimana upaya percepatan pemekaran Sultim. Soal penempatan Ibu kota, diserahkan ke Dirjen Otda Kemendgari untuk menilai daerah mana yang layak menjadi ibu kota Sultim.

“Jangan sampai ada dikotomi soal dimana ibu kotanya. Itu harus dihilangkan dan fokus pada kepentingan masyarakat agar lebih efektif,” tandasnya. * (kb/bp/ir/is/aa)