Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mewanti-wanti, jangan sampai negara hanya fokus menarik keuntungan atau kemanfaatan pertambangan tersebut, namun proses reklamasi berikutnya tidak diselesaikan dengan tuntas. Dirinya melihat titik-titik pertambangan di Indonesia cukup banyak yang tidak sempurna.
Rapat ini membahas beberapa hal, di antaranya progres engineering from diagram mineral yang sedang di progres dan Struktur SDM yang mendukung dan struktur kapital yang menyertai, serta hal lainnya. Diketahui saat ini, terdapat 19 smelter yang telah terbangun di Indonesia, dengan tambahan empat smelter pada akhir tahun. Adapun, empat smelter pada tahun ini adalah milik PT Aneka Tambang Tbk., PT Smelter Nikel Indonesia, PT Cahaya Modern Metal Industri, dan PT Kapuas Prima Citra. (hal/sf)
Halaman : 1 2


















