Merawat Tradisi, Mempererat Persaudaraan

- Jurnalis

Minggu, 5 Desember 2021 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keesokan harinya, para pembawa telur tiba di Desa Tinakin, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut dan bermalam di sana. Keesokan harinya, perangkat adat Banggai memulai prosesi penjemputan telur atau Malabot Tumbe.

Di Dermaga Banggai, tetua adat dari Batui menuju Keraton Banggai untuk melapor lalu menyerahkan telur Maleo ke perangkat adat Banggai dengan berjalan kaki dari pelabuhan ke Keraton Kerajaan Banggai. Siklus Malabot Tumbe telah dilaksankan saban tahun sejak 1500an oleh masyarakat adat Batui dan Banggai. Telur-telur itu diserahkan langsung kepada pemangku adat dan keluarga Kerajaan Banggai.

BACA JUGA :  Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

“Tradisi malabot tumbe adalah upacara adat yang sakral yang didalamnya banyak mengandung pesan dan kearifan untuk diteladani,” jelas Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa seusai pelaksanaan ritual Malabot Tumbe di halaman Keraton Kerajaan Banggai.

Tumbe atau tumpe merupakan suatu yang pertama dan awal, dan malabot tumbe telah menjadi istilah dalam adat Banggai sebagai prosesi penerimaan Telur Maleo dari masyarakat adat Batui kepada Tomundo dan keluarga kerajaan di Banggai. “Ini telah dilaksanakan secara turun-temurun dalam kehidupan adat lokal Batui dan Banggai,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polemik BBM Subsidi di Banggai Laut, Siapa F Pemilik 350 Jeriken Pertalite?

 

Telur Maleo diletakan di Keraton Kerajaan Banggai (Purnomo Lamala/ KabarBenggawi)

 

Hal ini menandakan bahwa Batui dan Banggai adalah saudara. Malabot Tumbe diartikan secara sederhana sebagai titipan pesan keluarga yang mengandung ketauladanan yang sangat tinggi untuk generasi yang ada di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

“Masyarakat yang ada di tiga kabupaten ini sejatinya bersaudara, walaupun berpisah secara administrasi Pemerintahan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Untuk itu, kata Bupati, Manuk Mamua atau Burung Maleo dan alam pendukungnya haruslah dipelihara dan dijaga agar terus berkembang biak dan dilestarikan sepanjang masa.

“Begitupula hubungan kekeluargaan antara masyarakat yang ada di tiga Kabupaten Banggai bersaudara,” pungkasnya.

 

Penulis : Nomo
Editor : –

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Polemik BBM Subsidi di Banggai Laut, Siapa F Pemilik 350 Jeriken Pertalite?
Polres Banggai Laut Amankan Pasutri Terduga Pelaku Narkoba, Sita Empat Paket Sabu
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan
Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara
Bupati Sofyan Kaepa Dorong CKG Menjangkau Desa
Lahan Polres Banggai Laut Akan Dinilai KJPP, Hutang Pemda Terbayarkan 9,1 Miliar
Wabup Ablit. H Ilyas, Tekankan Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah
Berita ini 269 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:39 WITA

Polemik BBM Subsidi di Banggai Laut, Siapa F Pemilik 350 Jeriken Pertalite?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:37 WITA

Polres Banggai Laut Amankan Pasutri Terduga Pelaku Narkoba, Sita Empat Paket Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Polres Banggai Laut Tetapkan Empat Tersangka dalam Dua Kasus Penganiayaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:19 WITA

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Berita Terbaru

Banggai Laut

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jamil Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:19 WITA

Banggai Laut

Dari Balut, 10 Ton BBM bersubsidi Pertalite Menuju Maluku Utara

Jumat, 16 Okt 2026 - 08:19 WITA