Antara lain cabang-cabang tersebut adalah Cabang Tilawah sebanyak 25 siswa Cabang Tartil Quran sebanyak 15 siswa, Cabang Tafsir Quran sebanyak satu siswa, Cabang Kaligrafi sebanyak enam siswa, Cabang Fahmil Quran sebanyak empat siswa, cabang Hifzil Quran sebanyak 14 siswa dan cabang Syahril Qur’an sebanyak tuju siswa.
Ketua WBLTQ (Wadah Bimbingan dan Latihan Tilawatil Quran), Jumahir mengatakan, program pembinaan Alquran tersebut ialah melakukan pembinaan Alquran guna terciptanya bibit-bibit pencinta Alquran.
“Kami tidak hanya sekadar menyiapkan orang untuk ikut lomba MTQ tapi dasarnya memang ingin melakukan pembinaan Alquran agar ada bibit-bibit pecinta Alquran”, ungkap Jumahir.
Dirinya pun mengungkapkan bahwa program tersebut sasaran utama adalah para siswa di sekolah islam, menurutnya sekolah Islam menjadi sasaran dikarenakan sudah pasti bisa baca Alquran karena untuk melaksanakannya pesertanya harus sudah bisa baca Alquran.
Tak hanya sekolah Islam namun sekolah umum pun atau mahasiswa juga masyarakat umum pun bisa menjadi peserta binaan, asalkan bisa baca Alquran dan peserta binaan pun akan mendapatkan konsumsi, tutur Jumahir.
Jumahir mengatakan saat ini ada empat sekolah yang menjadi tempat pembinaan Alquran, empat sekolah tersebut adalah MAN Luwuk, MTs Negeri 1 Banggai, DDI, dan Darul Hikmah. Lia
Halaman : 1 2


















