Tim Ahli Indikasi Geografis Kemenkumham RI Direncanakan Asessment Perlindungan Ubi Banggai

JAKARTA, KABAR BENGGAWI – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) rencana bakal melakukan asessment lapangan ke Kabupaten Banggai Kepulauan terkait perlindungan indikasi geografis discorea alata L atau Ubi Banggai April 2023 mendatang. Hal itu dikatakan oleh dosen dan peniliti indikasi geografis Ilham Potimbang saat zoom meeting dengan sejumlah pengurus paguyuban perlindungan indikasi geografis ubi Banggai akhir pekan lalu.

“Rencana asesment lapangan ke Banggai Kepulauan itu di bulan April,” jelas Ilham.

Ia menyampaikan, saat ini ubi banggai telah mendapat piagam penghargaan perlindungan indikasi geografis dari kemenkumham RI. Piagam itu sebagai tanda bahwa ubi banggai telah siap untuk dilindungi indikasi geografisnya.

“Ini kan piagam sudah ada, setelah asessment nanti dan di proses setelah itu akan keluar sertifikat indikasi geografisnya,” kata dia.

 

Piagam Indikasi Geografis

 

Peneliti kelahiran Desa Lumbi-Lumbia, Banggai Kepulauan itu, menuturkan saat ini pihaknya telah menyiapkan SK pengurus paguyuban petani Ubi Banggai, setelah itu SK tersebut akan di tanda tangani oleh Bupati Banggai Kepulauan dan diserahkan ke Kemenkumham RI.

“SK itu salah satu syarat untuk buku persyaratan indikasi geogragis ubi banggai,” tutur dosen yang telah meneliti ubi Banggai sejak tahun 2017 silam.

Tidak hanya itu saja, paguyuban ubi Banggai saat ini, kata dia. tengah didampingi oleh tim ahli perencanaan nasional untuk mendorong pengembangan ubi Banggai kedepan yang akan dituangkan dalam road map ubi Banggai.

Tim ahli itu memahami bahwa pendaftaran Indikasi Geografis ini sejalan dengan sasaran pemerintah pusat untuk pengembangan produk lokal dan ketahanan pangan sebab ubi banggai memiliki potensi dalam peningkatan ekonomi masyarakat petani di Banggai Kepulauan.

Ia berharap Pemkab Banggai Kepulauan khususnya Dinas Pertanian dan paguyuban indikasi geografis petani ubi Banggai dapat bekerjasama untuk memfasilitasi dan mendorong perlindungan ubi banggai.

Hasil survei kantor wilayah (Kanwil) Kemenkuham Provinsi Sulteng bahwa Ubi Banggai salah satu komoditas potensi Indikasi Geografis milik Kabupaten Banggai Kepulauan yang bisa dijadikan pangan lokal.

Buku persyaratan Indikasi Geografis sebagai standarisasi pengolahan, dan manajemen pemasaran Ubi Banggai. Setelah terkonsep dalam satu buku Indikasi Geografis, setiap yang menanam Ubi Banggai itu harus mengikuti prosedur dalam buku.

“Intinya kalau di Ubi Banggai kita tidak boleh mengubah struktur budaya lokal yang ada,” tutur Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum di dua Universitas sekaligus itu.

Merujuk statistik angka tetap tahun 2019, luas lahan panen Ubi Banggai di Banggai Kepulauan sekitar 392 hektare dengan tingkat produksi 10.851,31 ton.

Sekedar diketahui, indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua factor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. Hak atas Indikasi Geografis adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemegang hak Indikasi Geografis yang terdaftar, selama reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan atas Indikasi Geografis tersebut masih ada.

Penulis : Nomo
Editor : –

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
error: Content Kami Lindungi !!!