BANGGAI, KABAR BENGGAWI-Pemukiman warga Desa Lalong Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang terletak di sebelah Timur Pulau Labobo, kondisi di pesisir pantai sudah terancam abrasi.
Desa Lalong yang penduduknya berjumlah 480 jiwa dengan 153 kepala keluarga (kk) adalah desa yang masih sakral dengan adat istiadat Banggai.

Hanya sayangnya desa ini kalau di musim angin Timur dan Tenggara di akhir bulan Mei sampai dengan awal bulan September, gelombang lautnya bisa mencapai tiga meter. Tentunya itu sangat mengancam perkampungan terutama masyarakat yang tinggal di bantaran pesisir pantai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah desa untuk mengusulkan desanya dibangun tanggul pantai. Dan sudah beberapa kali diadakan pembangunan baik itu melalui dana PNPM – MP, Pemda Balut tapi semuanya hancur berantakan karna tanggul yang dibangun dengan sistim kontruksi beton.
Terakhir Pemda Balut melalui BPBD pada tahun 2017 telah membangun tanggul pantai dengan kontrusi batu kosong sepanjang 200 meter dan ini yang masih berdiri kokoh walau tiap tahunnya dihantam gelombang laut Timur dan Tenggara.
Olehnya, masyarakat desa Lalong melalui Kepala Desa (Kades) Akmal Patagiling meminta dengan sangat kepada Pemda Balut agar pesisir pantai yang belum ditanggul dengan sistim penimbunan batu kosong agar secepatnya dibangun.
Kalau tidak secepatnya dibangun dengan sistim penimbunan batu kosong pantai Lalong yang ada tersisa 450 meter ini akan terancan oleh abrasi”, kata Kades Akmal Patagiling pada media ini Selasa (2/Juni/2023).
Kades menambahkan, tanggul beton yang ada sudah mulai mengalami patahan dan hancur. Tentu kondisi kni tidak akan bertahan lama lagi, kalau di biarkan terus menerus akan berdampak buruk karna akan mengancam pemukiman warga yang tinggal di pesisir pantai.
Kami berharap, Pemda Banggai Laut bisa merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa Lalong, kasihan pemukiman warga,” harap Kades Akmal Patagiling yang sudah dua periode memimpin desanya.
Kejadian yang sama di Desa Keak
Masyarakat Desa Keak Kecamatan Bokan Kepulauan (Bokep) Kabupaten Banggai Laut (Balut) terutama yang bermukim di daerah pesisir pantai akhir – akhir ini resah.
Hal ini dikarenakan wilayah pesisir pantai sudah termakan atau hanyut karena abrasi. Selain rumah penduduk ada juga bangunan gedung SMAN I Bokan Kepulauan yang ikut teramcam.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Keak, Gerfasius Toluon pada media ini Kamis (4/juni /2023)
Saya dan masyarakat sudah mulai resah dengan keadaan pesisir pantai desa kami yang sudah dimakan abrasi”, kata Kades Gerfasius Toluon.
Masih kata Kades, abrasi ini selalu terjadi pada musim angin Tenggara di bulan Juni sampai dengan Agustus dan musim selatan di bulan September.
“Dengan adanya abrasi pantai ini, selain rumah penduduk gedung SMAN I Bokep yang terletak tidak jauh dari pantai juga ikut terancam”, tambah Kades Keak.

Olehnya, Ia atas nama masyarakat meminta agar pemerintah daerah bisa membangun tanggul pantai di Desa Keak
Sementara itu seorang tokoh pemuda desa Keak Afiansah juga mengaku pihak karang taruna sudah pernah membuat tanggul sementara agar abrasi tidak terlalu parah.
Kami pihak Karang Taruna sudah pernah melakukan penanggulangan sementara dengan mengunakan karung yang diisi dengan pasir agar abrasinya tidak terlalu parah tapi itu tidak bertahan lama”, kata Alfiansah.
Dan masyarakat di pesisir pantai bisa tenang apa bila musim gelombang besar datang”, harap Alfiandah.

















