Pendidikan

Ibu baduta belajar 1000 HPK melalui ular tangga

BANGGAI,KABAR BENGGAWI  – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten
Banggai Laut melaksanakan kegiatan internalisasi pengasuhan balita dalam rangka percepatan penurunan stunting
kepada masyarakat, selasa (26/9/23). Pada kegiatan ini, peserta yang terdiri dari ibu yang mempunyai anak di bawah dua tahun, ibu hamil (bumil), kader, dan penyuluh keluarga berencana/petugas lapangan keluarga berencana (PKB/PLKB) ikut aktif bermain metode penyuluhan menggunakan modul bina keluarga balita (BKB) kiteliminasi masalah anak stunting (emas).

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinkes PPKB Kabupaten Balut, Alimudin, SKM
mengatakan bahwa modul BKB kit emas adalah alat permainan menggunakan konsep ular tangga dan kalender
pengasuhan yang didalamnya ada pesan-pesan pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk
pencegahan stunting.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Ali, sapaan akrab, Alimudin dalam paparannya bertajuk Sosialisasi Modul BKB Emas di aula Kantor Dinkes PPKB Balut, mengatakan bahwa BKB kit emas berisi enam jenis permainan ular tangga dengan 6 materi penyuluhan.

Materi penyuluhannya adalah penerapan 8 fungsi keluarga, kesehatan fisik dan mental ibu hamil/menyusui, pembiasaan perilaku hidup bersih sehat bagi ibu hamil dan ibu baduta, stimulasi (ransangan) perkembangan anak pada 1000 HPK, meningkatkan peran ayah dan anggota keluarga lainnya, dan pengasuhan yang tanggap terhadap kebutuhan anak.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Di kesempatan yang sama, kepala Dinkes PPKB Balut, Dr. Zulkifli Panggato, ME, dalam paparannya menjelaskan tentang pengasuhan optimal untuk mewujudkan generasi emas Indonesia. Dikatakannya bahwa pengasuhan optimal pada anak sangat berkaitan dengan kesiapan menjadi orang tua.

“Menjadi orang tua bukan hanya proses biologis tetapi juga psikologis. Keterlibatan Ayah dan Ibu secara emosipsikologis dan pengetahuan adalah awal dari pengasuhan,” ujarnya di hadapan peserta pertemuan.

Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Perwakilan BKKBN Sulteng, Ir. Kartini,
M.Si dalam sambutannya mengatakan, BKKBN gencar melakukan promosi dan KIE pencegahan stunting. Program Bina Keluarga Balita (BKB) akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya penyiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini. Bahkan, BKKBN telah melibatkan remaja dalam pencegahan stunting.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

“Kepala BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksanaan program percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Untuk itu, kami gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting. Kami sangat mengharapkan dukungan Bapak/Ibu peserta dalam penanganan stunting,” harapnya