KABAR BENGGAWI- BANGGAI, Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Banggai Laut bersama pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Banggai Selatan menggelar pertemuan evaluasi dan tindak lanjut terkait kejadian dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya terjadi di wilayah Malino dan Kelapa lima Kecamatan Banggai Selatan.
Pertemuan yang berlangsung di D’Sultan, Jumat (18/9/2026), turut dihadiri Kasat Reskrim Polres Banggai Laut IPTU I Kadek Putra Trisnawa.
Kepala Dinas Kesehatan Banggai Laut, Ariyanto Latta, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas kejadian dugaan keracunan MBG beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan kini telah menerima hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Hasil lab yang kami terima tadi sekitar pukul 14.00 WITA, tidak ditemukan racun dalam makanan,” kata Ariyanto.
Meski tidak ditemukan kandungan racun, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya temuan bakteriologis dalam sampel. Namun, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
Karena itu, rekomendasi laboratorium lebih menitikberatkan pada peningkatan higiene dan sanitasi di lingkungan SPPG.
“Yang ada dalam rekomendasi hasil lab tersebut disarankan untuk melakukan perbaikan higiene dan sanitasi pada SPPG,” jelasnya.
Ariyanto menjelaskan, aspek bakteriologis memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sanitasi, termasuk pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta berbagai aspek kebersihan lainnya.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium tidak menemukan bahan makanan yang mengandung racun. Namun, seluruh pihak tetap perlu melakukan evaluasi dan pembenahan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Selain itu, Dinas Kesehatan Banggai Laut akan meningkatkan pengawasan dengan melakukan kunjungan secara rutin ke SPPG yang ada di wilayah Kabupaten Banggai Laut.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


















