BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara masuk dalam daftar nominasi 100 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024 dari ribuan peserta ADWI 2024 di seluruh indonesia.
Desa Bone Baru merupakan utusan satu-satunya Kabupaten Banggai Laut yang masuk 100 besar ADWI, yang sebelumnya Desa Mbuang-Mbuang dan Pantai Oyama juga diikut sertakan di ajang nominasi Desa wisata bergengsi nasional itu, namun sayang langka tersebut terhenti.
Desa Mbuang-Mbuang hanya sampai di 500 besar begitupun Pantai Oyama sedangkan Desa Bone Baru masuk hingga 100 besar nominasi.

Padahal di tahun 2021 silam Desa yang memiliki danau cantik nan eksotis bernama Paisu Batongan itu masuk 100 besar nominasi ADWI.
Dengan terhenti sampai di 500 besar, ini menjadi lonceng peringatan bagi pegiat wisata di Mbuang-Mbuang sebab mereka (pegiat wisata.red) semestinya tak hanya mengandalkan satu sisi saja untuk mempercantik Desa tersebut namun harus terus berinovasi.
“Iya Mbuang-Mbuang hanya sampai 500 besar, Bone Baru yang masuk 100 besar, luar biasa Bone Baru,” ujar Budiarto Sualang salah satu warga Mbuang-Mbuang saat dihubungi KabarBenggawi via WhatsApp.
Budi mengaku turut prihatin atas keadaan pariwisata Mbuang-Mbuang, yang kian hari kian menurun drastis. Ia sangat sedih atas kondisi tersebut.
“Dulu masuk 100 besar, setelah itu tinggal 300 besar dan sekarang 500 besar entah kedepannya bagaimana?,” balas dia dengan emoji sedih.
Meski begitu disisi lain, kerja Pemerintah Kabupaten Banggai Laut patut diacungi jempol, bagaimana tidak, jika dilihat secara persentase perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Banggai Laut terus bertengger di nominasi 100 besar ADWI.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 kali ini mengusung tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”.
Selain itu, terdapat kategori penilaian baru yaitu Resiliensi dengan fokus pada aspek pengelolaan sampah serta manajemen resiko, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.
Sehingga harapan kedepannya konsep ini dapat diimplementasikan dalam aspek pariwisata yang ramah dengan alam dan dapat berkelanjutan.
“Desa wisata memiliki potensi yang kuat dan berperan dalam pencapaian transformasi ekonomi yang insklusif dan berkelanjutan. Pendekatan konsep pariwisata hijau dalam pengembangan desa wisata sangat relevan untuk diimplementasikan,” ujar Menparekraf.
“Selamat saya ucapkan kepada 100 besar desa wisata ADWI 2024,” pungkasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















