KABARBENGGAWI – Penentuan awal bulan Hijriyah selalu menjadi topik penting dalam kehidupan umat Islam. Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) hadir untuk menawarkan solusi yang lebih sistematis dalam menetapkan awal bulan baru berdasarkan kriteria astronomis yang jelas. Dalam KHGT, awal bulan baru ditentukan oleh beberapa parameter utama yaitu imkan rukyat dan konjungsi.
Imkan rukyat adalah kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama setelah terjadinya konjungsi atau ijtimak. Menurut KHGT, imkan rukyat terjadi ketika tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat saat matahari terbenam di belahan bumi manapun. Selain itu, konjungsi harus terjadi sebelum pukul 12:00 malam waktu Greenwich (GMT) untuk dapat menentukan awal bulan yang baru pada hari berikutnya.
Jika syarat di atas tidak terpenuhi, yakni konjungsi terjadi lewat dari pukul 12.00 malam GMT, maka bulan baru tetap bisa dimulai dengan syarat konjungsi tersebut terjadi sebelum fajar di New Zealand dan telah imkan rukyat di daratan benua Amerika atau kawasan lain di luar benua Amerika. Apabila tidak ada kawasan yang memenuhi imkan rukyat pada hari konjungsi, bulan baru akan dimulai lusa setelah hari konjungsi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















