PALU, KABAR BENGGAWI-Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, menutup secara resmi kegiatan Workshop Fasilitasi Penyusunan dan Evaluasi Roadmap GDKP dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Provinsi dan Kabupaten Kota tahun 2025-2029, Kegiatan ini merupakan sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah.
Dalam sambutannya, Tenny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai tindak lanjut arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan/Kepala BKKBN pusat, guna mendorong sinkronisasi antara kebijakan pembangunan kependudukan dari pusat hingga ke daerah. Selasa (27/05/2025).
Direktur Analisis Dampak Kependudukan Kemendukbangga BKKBN mewakili Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kepala BKKBN Nyigit Wudi Amini, dalam arahannya menjelaskan bahwa penyusunan peta jalan ini menjadi krusial untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Penduduk tidak hanya sebagai objek, tetapi juga subjek pembangunan.
Oleh karena itu, dinamika demografi seperti tingginya angka kelahiran di usia muda dan disparitas Total Fertility Rate (TFR) harus direspons secara kontekstual sesuai kondisi daerah. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan alat analisis seperti matriks PSRI untuk merumuskan kebijakan yang berdampak jangka panjang.
Ketua Tim Kerja 3 Pengendalian Penduduk, Muh. Rosni, menambahkan bahwa saat ini sudah Delapan Kabupaten dan kota telah menyusun GDPK, dan tiga lainnya dalam proses penyusunan. Ia menegaskan pentingnya penjabaran dan penyelarasan dari kebijakan makro (GDPK) kedalam peta jalan lima tahunan yang berisi rencana aksi konkrit yang kemudian termuat kedalam dokumen perencanaan daerah. Disampaikan pula bahwa penyusunan peta jalan tidak harus seragam mengikuti target nasional, melainkan menyesuaikan dengan karakteristik dan isu spesifik di tiap daerah.
Untuk diketahui pemerintah Kabupaten Banggai Laut mengutus utusan dari dinas kesehatan di antaranya Plh Kabit Rahmat Abd. Karim dan kasuba perencanaan Wayan sadnyana. S. Kep. Ners. ***

















