Selain itu Plh Ketua KPU Pusat Ilham Saputra mengungkapkan,selama masa kampanye tercatat 3259 kampanye dilakukan secara tatap muka/pertemuan terbatas.
“Tentunya hal ini menjadi catatan kita agar kita bersama-sama mendorong kampanye metode Daring harus lebih di utamakan,” ujarnya.
Iyapun mengajak KPU Kab/Kota yang menyelenggarakan pilkada agar secara masif dan besar besaran untuk mensosialikasikan kampenye secara daring kepada calon kepala daerah.
Dalam rapat kordinasi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa metode kampanye tatap muka lebih diminati daripada metode Daring, dari cacatan dan kesimpulan tersebut Ditjen Adwil Safrizal kembali menanggapi.
Artinya dengan lebih diminatinya kampanye tatap muka, hal ini berpotensi ada pertemuan orang dengan orang dan titik berkumpulnya orang, untuk mencegah potensi penularan COVID-19.
Ia berharap kepada seluruh penyelenggara mau pun pengawas pemilihan umum agar mengambil langkah ataupun tindakan yang tegas mulai dari preventif, persuasif dan represif sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Hal ini dilakukan dalam upaya menekan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 dalam penyelenggaraan masa kampanye Pilkada serentak,” ujarnya
Terkait Alat peraga Kampanya (apk) Dirjen Adwilda juga berharap, calon kepala daerah kiranya untuk memperbanyak apk berbentuk masker, karena hal tersebut dapat membantu mengedukasi masyarakat pentingnya menggunakan masker di masa pandemi COVID-19.*
Sumber : Biro Humas & Protokol Pemprov Sulteng
Halaman : 1 2

















