Akibat dari informasi yang hanya dikonsumsi penyelenggara pemerintah saja dan tidak di publis secara transparansi, protokol kesehatan perlahan pelak diabaikan masyarakat. Aparat keamanan makin kerepotan menertibkan masyarakat yang enggan lagi memakai masker, imbasnya Banggai Laut pelan-pelan kebobolan pasien positif COVID-19.
Penggunaan Akun pribadi seolah COVID-19 merupakan masalah internal juru bicara. Sementara wabah ini berskala global dan menuntut kewaspadaan tinggi. Akibat menggunakan Akun pribadi, peraturan Bupati yang mengatur protokol kesehatan tak disosialisasikan, tetapi langsung diterapkan.
Disisi lain, agak tak berimbang menghukum pelanggar protokol kesehatan saat juru bicara Satuan Tugas COVID-19 Banggai Laut justru gagap menyampaikan informasi.
Memang kita bukan satunya-satunya daerah yang kelabakan dalam menangani pandemi ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulaun mengalami hal serupa. Per tanggal 23 Oktober 2020 dinyatakan 6 Sembuh, 2 pasien meninggal dunia dan 3 terkonfirmasi positif COVID-19 tetapi melalui juru bicaranya bisa menangani informasi dengan baik dan transparansi.
Untuk itu, butuh transparansi informasi oleh pemerintah agar masyarakat akan percaya bahwa pandemi ini bukan sekadar berita bohong dan sendirinya menerapkan protokol kesehatan.(NOMO/MAN)
Halaman : 1 2

















