Para tokoh lintas agama yang divaksinasi, imbuh Yaqut Cholil, bisa menjadi teladan bagi umat dalam ikut menyukseskan vaksinasi. Menag berharap para tokoh juga dapat menyosialisasikan pentingnya dilakukan vaksinasi.
“Karena sejatinya para tokoh agama mempunyai peranan penting di tengah masyarakat dalam melakukan pendekatan persuasif sehingga program vaksinasi ini dapat berjalan lancar. Dan, wabah ini segera berakhir,” tuturnya.
Lebih lanjut Menag kembali mengingatkan mengenai pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi ini.
“Ini adalah vaksinasi pertama. Meski sudah divaksin, saya berharap para tokoh agama tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menghindari kerumunan,” pungkasnya.
Pelaksanaan vaksinasi di Masjid Istiqlal ini mendapat respons baik dari berbagai kalangan pemuka agama. Salah satunya adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia Maha Biksu Dutavira Sthavira.
Dutavira mengatakan, vaksinasi ini adalah bukti nyata negara merawat, menjaga anak bangsa agar sehat. ”Saya sudah divaksin, kepada anak bangsa semua ikut vaksinasi dengan satu keyakinan kita sehat keluarga kita juga sehat kita bisa menjaga dan mentaati protokol 5M berarti kita menjaga keselamatan keluarga kita juga,” tutur Dutavira.
Tokoh agama menjadi salah satu prioritas pada tahap kedua program vaksinasi COVID-19. Para tokoh agama memiliki tugas yang langsung berhubungan dengan masyarakat dalam melakukan pembinaan keagamaan dan termasuk ke dalam kategori petugas pelayanan publik. (Setkab RI)
Halaman : 1 2


















