Gubernur Longki pun mengingatkan bahwa saat ini program vaksinasi telah memasuki tahap kedua, di mana petugas publik dan lansia menjadi target penerimanya. ia harap walikota dan bupati dapat segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan OPD terkait untuk membuat rencana aksi daerah guna menyukseskan vaksinasi, termasuk menyelesaikan tahapan vaksinasi kepada tenaga kesehatan apabila masih ada yang belum tuntas atau terlewatkan di wilayahnya, kemudian memastikan PPKM Mikro telah berjalan sesuai edaran Mendagri dan Gubernur, meningkatkan testing, tracking dan penyediaan tempat-tempat isolasi pasien positif yang memadai, serta melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk menanggulangi dampak covid-19.
“Selain itu, bupati dan walikota juga harus menyusun dokumen-dokumen perencanaan pembangunan sebagai acuan untuk mengeksekusi dan merealisasikan janji-janji kampanye kepada masyarakat yang telah mempercayakan suaranya, dengan memilih saudara-saudari sebagai pemimpin daerahnya,” tegasnya
khususnya kepada walikota Palu dan bupati Sigi, memiliki beban ekstra karena dua daerah ini belum sepenuhnya pulih pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi 28 september 2018. untuk itu, mohon untuk melanjutkan koordinasi dan tugas pekerjaan yang belum selesai guna mempercepat penyelesaian huntap dengan memberikan kepastian kepada penyintas yang berhak menerimanya, termasuk penyelesaian stimulan rumah rusak, santunan duka kepada ahli waris yang belum tercover di kementerian sosial, pemulihan infstruktur yang tertunda dan pembekalan lifeskill dan trauma healing kepada penyintas.
Di akhir Sambutannya Gubernur berpesan kepada Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah yang baru dilantik untuk saling menghormati, menghargai dan saling mengisi satu sama lainnya jangan saling menjatuhkan dan mengata ngatai, tentunya kita harus belajar dari pengalaman pengalaman beberapa kasus yang lalu ada kepala daerah yang bertengkar, tendang meja tendang kursi, dan menurut Dia hal itu tidak pantas untuk dipertontonkan kepada rakyat. “Untuk saya mohon dengan sangat, kedepan kerjasama dan harmonisasi harus tetap dijaga,” pinta Gubernur.
Dalam proses pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Djojokodi Convention Canter (JCC) Jalan Muh Yamin, Kota Palu, dengan keamanan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sehingga jumlah tamu undangan yang hadir terbatas.
Tamu undangan yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan pelantikan diwajibkan menjalani tes cepat Covid-19 terlebih dahulu dengan hasil nonreaktif.
Pihak keamanan dari kepolisian dan Satpol-PP juga terlihat melakukan pengamanan di luar lokasi acara untuk mengawal pelantikan tersebut.(Humas Sulteng)
Halaman : 1 2

















