Headline NewsNasional

Bupati Sofyan Pacu Pengembangan IPM

Bupati Sofyan Kaepa saat meninjau mobil perpustakaan keliling (Foto:Istimewa)

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Upaya Bupati Sofyan Kaepa memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Banggai Laut tak hanya dibidang pariwisata dan pemerataan ekonomi. Namun, indeks pembangunan manusia atau IPM adalah hal mutlak untuk percepatan itu. Bupati Sofyan menyadari indeks pembanguan manusia harus sejalan dengan fasilitas yang ada, salah satunya adalah fasilitas literasi yakni bahan bacaan. Dengan fasilitas buku bacaan yang memadai Bupati Sofyan meyakini percepatan pembangunan di daerah yang dipimpinnya itu cepat terwujud.

Baca juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

“Isi buku lengkapi semua perlengkapannya, kita main dalam kota dulu,” ujarnya saat meninjau mobil perpustakaan keliling di halaman kantor Bupati, Kamis (22/4).

Ia memastikan dengan mengisi buku-buku dan melakukan terobosan inovasi pelayanan perpustakaan keliling indeks minat baca Banggai Laut akan naik. “Parkir di taman kota, biar minat baca buku kita naik,” imbuhnya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah sejak tiga tahun terakhir yakni tahun 2018 hingga 2020 indeks pembangunan manusia di Kabupaten Banggai Laut adalah ketiga terendah di Provinsi itu dengan persentase tahun 2018 64.80 persen; tahun 2019 65.27 persen; dan tahun 2020 65.47 persen.

Baca juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

Disisi Lain, Data Kemendikbud menunjukan tingkat literasi Provinsi Sulawesi Tengah berada dilevel rendah yakni 31.55 persen, data itu juga menunjukkan peringkat 3 provinsi dengan nilai indeks tertinggi, yaitu Provinsi DKI Jakarta dengan angka indeks 58,16; D.I. Yogyakarta dengan angka 56,20; dan Kepulauan Riau dengan angka 54,76.

Meski demikian, tiga provinsi tersebut belum mencapai kategori aktivitas literasi tinggi karena indeks ketiganya belum melampaui angka 60,01 atau dengan kata lain masih berada di level aktivitas literasi sedang.

Baca juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

Di peringkat terendah ialah Provinsi Papua dengan angka indeks 19,90 dan termasuk kategori aktivitas literasi sangat rendah (berada pada rentang angka 0 – 20,00); kemudian Papua Barat dengan angka 28,25 dan Kalimantan Barat dengan angka 28,63 – keduanya termasuk kategori rendah (rentang 20,01 – 40,00). (NOMO)