Lebih lanjut politisi Partai Golkar itu mengimbau jajaran Bank BRI dan Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di masyarakat. Lantaran, hasil survei OJK menyebut inklusi keuangan di Indonesia masih 76,19 persen sedangkan literasi keuangan berada di kisaran 38,03 persen pada tahun 2019.
“Jika ditelisik menurut gender, inklusi keuangan perempuan lebih rendah yaitu 75,15 persen dibandingkan laki-laki di kisaran 77,24 persen. Begitu pun, literasi keuangan perempuan cenderung yang juga lebih rendah yaitu hanya 36,13 persen dibandingkan laki-laki yang mencapai 39,94 persen. Ke depan, saya berharap program literasi keuangan ini dapat terus ditingkatkan. Apalagi sekarang ini marak tawaran investasi bodong dan ilegal yang merugikan masyarakat,” papar Puteri.
Menutup keterangannya, Puteri memandang pentingnya aspek perlindungan konsumen sektor jasa keuangan khususnya perbankan. Terlebih setelah mencuatnya dugaan kasus terkait perlindungan konsumen yang telah terjadi beberapa waktu belakangan. “Jaminan keamanan dana nasabah menjadi sesuatu yang krusial untuk dijaga oleh perbankan. Karenanya, aspek mitigasi risiko dan keandalan teknologi, termasuk atas keamanan bertransaksi perlu terus diperkuat, guna mengantisipasi risiko fraud kemudian hari,” tutup Puteri. (alw/sf)
Halaman : 1 2