SENAYAN, KABAR BENGGAWI – Fraksi Partai Golkar mengapresiasi langkah pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 sampai 5,5 persen di tahun 2022. Target ini dinilai sangat realistis, bahkan berpotensi mencapai batas atas. Namun, dalam upaya pencapaian target tersebut, Golkar berpandangan perlu menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, serta berkesinambungan. Sehingga, pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut termaktub dalam pandangan Fraksi Partai Golkar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya yang disampaikan oleh Anggota DPR RI Agung Widyantoro pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2021). Agung menyampaikan bahwa F-Golkar juga meminta penjelasan lebih rinci dari pemerintah terkait langkah-langkah pencapaian target inflasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah menetapkan asumsi laju inflasi pada level 3. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu strategi untuk menjaga daya beli masyarakat serta memulihkan Kembali konsumsi rumah tangga sebagai kontribusi utama PDB. Dalam hal ini, F-Golkar meminta penjelasan lebih rinci dari pemerintah terkait langkah-langkah pencapaian target inflasi tersebut,” kata Agung.
Kemudian terkai suku bunga SUN 10 Tahun ditargetkan pada level 6,82 persen. Potensi terjadinya taper tantrum pada tahun 2022 yang akan datang menghadirkan risiko kenaikan yield obligasi pemerintah atas target. Hal tersebut dikhawatirkan akan menekan penyaluran kredit perbankan sehingga menghambat akselerasi pemulihan ekonomi nasional.
“Kami meminta pemerintah bersama stakeholder lainnya pada KSSK melakukan terobosan terobosan guna memerangi fenomena crowding out beserta menghindari terjadinya credit crunch yang berkepanjangan,” tuturnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















