Sementara dari sisi postur makro fiskal, disampaikan belanja negara diusulkan sebesar Rp2.7087 triliun atau lebih rendah dari pagu 2021 sebesar Rp2.750 triliun. F-Golkar menilai, menurunnya anggaran belanja negara pada 2022 sudah sesuai dengan agenda konsolidasi fiskal menuju normal pada 2023.
Penurunan anggaran belanja ini diharapkan tidak melemahkan upaya penangan pandemi beserta dampak-dampaknya yang diperkirakan masih berlangsung pada tahun depan. Oleh karenanya, pemerintah perlu meningkatkan kualitas belanja APBN melalui program-program yang efektif, efisien dan tepat sasaran.
Kemudian, wakil rakyat dapil Jawa Tengah IX ini juga menyampaikan, F-Golkar mengapresiasi Langkah pemerintah menaikkan target pendapatan negara dari Rp1.743,6 triliun pada 2021 menjadi Rp1.840,7 triliun pada 2022. Kenaikan target pendapatan ini juga telah sesuai dengan agenda konsolidasi fiskal guna mengurangi gap antara penerimaan dan pengeluaran.
“Fraksi partai Golkar mengingatkan pemerintah bahwasanya kebijakan reformasi perpajakan baik berupa intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak perlu dilakukan dengan seksama dan mempertimbangkan timing yang tepat agar tidak kontraproduktif dengan upaya pemulihan ekonomi nasional,” katanya seraya menyampaikan bahwa F-Golkar menyetujui RUU APBN TA 2022 beserta Nota Keuangan untuk dibahas lebih lanjut. (rnm/es)
Halaman : 1 2

















