Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menilai keinginan para pustakawan yang menginginkan adanya tunjangan sertifikasi sangatlah wajar, karena profesi mereka termasuk pelayanan pendidikan, melayani anak-anak didik ataupun masyarakat umum yang ingin membaca. Mereka mengemban tanggung jawab yang besar dalam hal peningkatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan membaca atau gemar membaca.
“Saya kira pustakawan itu memegang peranan sangat penting, namun pada kenyataan sekarang seperti dikatakan dalam pertemuan kita, (pustakawan) bisa melakukan sertifikasi, tetapi tidak ada tunjangan profesi terhadap hal itu. Seharusnya jika sudah tersertifikasi berarti kita mengakui ke profesionalanya,” tandas Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI tersebut.
Sofyan berharap nantinya pemerintah menambah anggaran untuk bisa memberikan tunjangan profesi kepada pustakawan itu. “Artinya tunjangan yang diberikan kepada guru, kepada dokter, dan juga bidan, harus juga diberikan kepada pustakawan. Hal itu sangatlah wajar diberikan, pasalnya tugas mereka juga sebagai garda terdepan untuk gerakan gemar membaca dan peranan dari pada pata pustakawan itu sangat penting. Ada delapan ribu pustakawan yang harus kita bantu kesejahteraanya, anggap saja nilai uangnya tidak seberapa. Pemerintah harus memiliki niat baik untuk bisa membuat pustakawan hidup menjadi lebih baik,” tegasnya.
Legislator dapil Sumatera Utara I itu menambahkan, Komisi X DPR RI akan mendiskusikan dan memperjuangkan hal ini dengan Perpusnas. Perpusnas sudah sepakat untuk mengatasi permasalahan ini, tinggal Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan dananya. “Saya kira anggaran tidak terlalu besar kalau kita hitung delapan ribu pustakawan dikali (besaran) tunjangan. Pemerintah masih mampu untuk merealisasikanya sekarang kita lihat niatnya bagaimana menggolkan keinginan para pustakawan,” imbuh Sofyan.
Kehadiran perpustakaan di era digital menjadi penting karena perpustakaan menjadi tempat yang lebih dinamis, terbuka, dan merupakan pusat kegiatan masyarakat, serta dapat menjadi tempat menciptakan kreativitas, sharing gagasan dan pemikiran, juga pusat data dan riset. Tak hanya itu bisa juga mempermudah dalam pencarian sumber literasi secara digital bagi penggunanya. Dengan demikian hadirnya perpustakaan secara digital sangatlah penting guna menunjang pengembangan Perpustakan baik di daerah maupun pusat. (rni/sf)
Halaman : 1 2


















