Selain itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menilai perluasan tes PCR untuk seluruh moda transportasi harus dikaji kembali. Bahkan, dia menilai harga Rp300 ribu tersebut bisa ditekan lagi agar tak memberatkan masyarakat yang akan bermobilitas.
“Sebab, banyak masyarakat yang berstigma bahwa tes PCR itu adalah bisnis. Karena itu, harus dikaji lagi ketika perluasan PCR untuk moda transportasi seluruhnya. Kalau bisa harganya masih ditekan lagi Rp100 ribu atau disamakan dengan India. Kemudian disampaikan kepada seluruh moda transportasi saya kira tidak terlalu memberatkan,” tandas legislator dapil Jawa Tengah V tersebut.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan menjadi hanya Rp300 ribu. Hal ini sejalan dengan wacana penerapan tes PCR pada seluruh moda transportasi di Tanah Air Jelang Natal dan Tahun Baru. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinatora Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat terbatas bersama Presiden, Senin (25/10/2021).
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan harga tes usap PCR di bandara Indonesia senilai Rp900 ribu, termasuk dalam kategori 25 persen termurah di antara bandara-bandara dunia. Namun ia mengakui harga tes PCR di India sebesar Rp 160 ribu menjadi termurah di dunia. Semua itu tak lepas dari proses produksi alat dan bahan tes ucap PCR dilakukan di India. Budi pun menegaskan pemerintah tidak berencana memberi subsidi untuk tes PCR. (ann/sf)

















