“Maksudnya diperbaiki dulu agar bisa dilalui masyarakat meskipun belum 100 persen selesai,” ucap warga setempat. Minggu (31/07).
Warga juga menyesalkan pihak kontraktor pekerjaan meraka terkesan asal-asalan. “Ini kalau mau ke kebun harus putar lagi lewat Keraton pulang pun begitu,” keluh warga.
Kecewa dengan progres pekerjaan wargapun mendesak pihak Dinas PUPR agar melakukan monitoring dan evaluasi kepada rekanan tersebut.
Meski begitu, mandeknya proyek pembangunan jalan SMA 2 telah menjadi buah bibir warga setempat. (Nomo/Man).
Halaman : 1 2


















