Dalam kesempatan yang sama, drg. Gazali Malik mengungkapkan, pasien operasi bibir sumbing ada 30 anak dengan masing-masing ada yang celah bibir, celah langit-langit dan juga ada yang dua-duanya.
“Untuk rentang usia dari 5 bulan sampai 18 tahun,” jelas drg.Gazali.

Dari sisi aspek medis, kata dia, paling banyak bayi, namun di Banggai Laut rentang usianya ada yang 18 tahun artinya lambat penanganan ataupun tidak adanya kegiatan seperti ini. “Mungkin karena kondisi wilayah juga berpengaruh,” katanya.
Sementara itu Delfina Cepi dari yayasan Smile Train merencanakan kegiatan operasi bibir sumbing di Banggai Laut sekitar dua hari, saat ini, kata Cepi. yang telah dirawat ada 15 pasien.
“Mudah-mudahan hari ini bisa 20 pasien yang selesai dan besok sisanya,” ujar dia.
Pasca operasi, kata Cepi akan dilakukan kontrol selama tiga hari, selanjutnya setelah seminggu bisa dilakukan pelepasan jahatan.
“Jika jahitannya sudah kering, bisa dilepas, pelepasannya bisa di RSUD Banggai,” tandasnya.
Penulis : Nomo
Editor : –
Halaman : 1 2


















