
Setelah dikukuhkan, Ketua TP PKK Sulteng Vera Rompas Masturan mengatakan dirinya berkomitmen untuk berupaya lebih keras dalam pencegahan stunting dan mengajak seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dan kota se-Sulteng untuk berbuat yang sama.
“Saya selaku Bunda Peduli Stunting akan lebih meningkatkan pencegahan stunting melalui yang telah ditanda tangani oleh ketua TP-PKK Kabupaten dan kota. Dan saya berharap ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama dikukuhkan sebagai Bunda peduli stunting,” kata dia.
Sementara itu, ditemui usai pengukuhan, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng Tenny C. Soriton, S.Sos., M.Si mengutarakan kehadiran figur pendamping bagi anak stunting dan keluarga beresiko stunting di Sulawesi Tengah yang berasal dari stakeholder dan mitra kerja sangat dibutuhkan salah satunya melalui Bunda Asuh Anak Stunting atau Bunda Peduli Stunting.
Diharapkan gerakan ini menjadi satu solusi untuk menekan pertambahan jumlah anak stunting sehingga Sulteng bisa keluar dari zona 10 besar stunting tinggi.
“Bunda peduli stunting memiliki tantangan yang berat sehingga perlu melibatkan semua komponen masyarakat, dan tentunya pemerintah untuk bekerjasama secara bersinergi dalam melaksanakan tanggungjawab ini. Terimakasih Pak Gubernur dan pemerintah daerah Sulawesi Tengah yang sudah menaruh perhatian penuh pada stunting, dan mari kita bersama bergerak cepat mengkoreksi stunting di Sulawesi Tengah,”ujar Tenny.
Halaman : 1 2


















