LABOBO, KABAR BENGGAWI – Penanganan kasus stunting harus ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi dengan melibatkan stakeholder yang ada di TIM PPS Kecamatan Labobo. Hal itu ungkapkan Sekretaris Camat Kecamatan Lobobo Arsan pada kegiatan Audit Kasus Stunting, Selasa (27/6/2023).
Arsan mewakili Camat Labobo mengatakan, penanggulangan stunting kecamatan Labobo harus bekerja secara kolaborasi dengan melibatkan semua unsur dalam TIM PPS.
“Kita punya KUA Kecamatan yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat baik di mimbar khotbah masjid maupun di gereja. KUA selama ini turun langsung dilapangan, di sekolah sekolah untuk memberikan bimbingan pranikah pada remaja agar tidak melakukan pernikahan dini yang berdampak pada lahirnya anak beresiko stunting kedepanya,” Jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain KUA keterlibatan TNI/Polri sangat penting untuk memberikan arahan, bimbingan bagi pemuda pemudi. Kedua intitusi keamanan tesebut dapat melakukan sweping jam malam di tempat-tempat yang dianggap rawan tempat berkumpulnya para remaja demi terciptanya rasa aman dikalangan remaja,
“Terutama untuk menghindari pergaulan bebas yang dapat menjuruskan mereka pada kasus kecelakan pergaulan atau hamil diluar nikah,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan Desa sangat penting terutama dalam menggelontorkan anggaran penangan stunting di Desa, pembangunan jamban dan peningkatan akses air bersih bagi keluarga bersiko stunting dan masyarakatnya perlu dilakukan.
Selain itu, partisipasi TP- PKK sangat diharapkan mendorong masyarakat untuk mempraktekan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi keluarga yang dibantu oleh para penyuluh pertanian Kecamatan.
“TP- PKK mendorong masyarakat agar mempraktekan hidup bersih dan sehat yang didukung oleh Tenaga kesehatan puskesmas Lipulalongo,” ujarnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















