PendidikanSastraSosial Budaya

FTBM Banggai Laut: Membumikan Literasi di Banggai “Tano Monondok”

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Upaya untuk menumbuhkan literasi di Kabupaten Banggai Laut perlu menjadi perhatian semua kalangan, tak hanya Pemerintah berbagai komunitas masih terus menggalakan itu, salah satunya Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Banggai Laut.

Sejak dua bulan lalu, FTBM Banggai Laut telah sukses melaksanakan safari literasi di berbagai sekolah dengan mengusung tema “Giat Literasi” FTBM Banggai Laut menyambangi lima sekolah yakni SMK Negeri 1 Banggai diikuti 130 peserta, SMA Negeri 2 Banggai diikuti 50 peserta, SMK Negeri Maritim Banggai diikuti 80 peserta, SMA Negeri 1 Banggai diikuti 55 peserta, dan SMA Negeri Banggai Selatan.

“Giat Literasi ini berlangsung di hari Jumat dan Sabtu setiap mingggunya. Ada dua kelas yang dikuti oleh siswa-siswi yakni Kelas Inspirasi dan Kelas Menulis. Di Kelas Inspirasi, peserta bersama pemateri mendiskusikan tentang hal-hal yang berkaitan tentang ke-Banggai-an. Terdapat dua materi yaitu Potret Masyarakat Adat Banggai,” jelas Jufrin Ketua FTBM Banggai Laut dalam rilisnya.

BACA JUGA :  Gawat! Berakhir Masa Tugas, Pj Bupati Banggai Kepulauan Terjadi Kekosongan ?

“Untuk Potret Masyarakat Adat dibawakan oleh Pak Agil Lapene, dan materi Menyuarakan Lokalitas Ke-Banggai-an yang dibawakan saya sendiri,” katanya.

Jufrin menjelaskan, Kelas Inspirasi adalah ruang edukasi tentang kehidupan masyarakat adat Banggai dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Banggai dalam membangun rumah. Pengetahuan dan keterampilan orang tua kita adalah warisan yang bisa kita jadikan rujukan untuk menjawab tantangan yang kita hadapi saat ini.

“Kegiatan ini sangat baik, semoga nanti anak-anak kita bisa lebih mengenal dan cita budayanya sendiri.” ujar Agil Lapane mengapreasiasi.

Kelas kedua adalah Kelas Menulis yang terdiri dari Kelas Menulis Opini yang dibawakan oleh Siti Mudrika dan Kelas Menulis Cerpen oleh Pipo Nur A. Lahamente dan Munasyirah Idrus.

BACA JUGA :  2 Kali ke RSUD Luwuk, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura Besuk Kembali Wagub Mamun Amir

Tak hanya itu, Ika Mudrika salah satu anggota FTBM mengatakan di kelas opini, para siswa belajar menyampaikan gagasan melalui tulisan. Ada banyak isu di Banggai Laut mulai dari isu pembangunan, ekonomi, pertanian, perikanan, pariwisata, lingkungan hidup dan sebagainya yang bisa dijadikan bahan tulisan opini.

Di kelas Cerpen, peserta belajar mengolah ide cerita dari kehidupan sehari-hari. Cerita-cerita fiksi yang edukatif bisa memberikan motivasi untuk siswa-siswi menjadi individu yang lebih baik. Selain dua kelas tersebut, ada pula lapak baca untuk siswa-siswi yang ingin membaca.

“Kegiatan berakhir di SMA Negeri Banggai Selatan di Desa Matanga, sekolah yang baru berkembang 3 tahun terakhir ini. Sekolah ini mempertemukan kami dengan siswa-siswi yang begitu semangat belajar dengan segala keterbatasan fasilitas karena sekolah ini masih dalam tahap awal pembangunan.
“Ini bukan tentang dimana, tapi tentang siapa. Siapa yang lebih keras, fokus, dan konsisten dalam menggapai cita-cita,” ujar Ika.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Kegiatan Giat Literas ditutup dengan berbagi buku dari FTBM ke sekolah.

Harapannya, kata dia siswa-siswi semakin semangat membaca dengan adanya buku-buku baru. Mengembangkan literasi adalah tanggungjawab kita semua mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah. kemajuan literasi di suatu daerah akan mendukung kemajuan pembangunan di daerah tersebut.

“Semoga kedepannya, semakin banyak gerakan literasi di Banggai Laut dan semakin banyak pula pau-pau Banggai yang menulis tentang Banggai,” pungkasnya.

Perlu diketahui FTBM merupakan wadah berhimpun dan berorganisasi bagi pengelola taman bacaan masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.**

Editor: Nomo