
Di kelas Cerpen, peserta belajar mengolah ide cerita dari kehidupan sehari-hari. Cerita-cerita fiksi yang edukatif bisa memberikan motivasi untuk siswa-siswi menjadi individu yang lebih baik. Selain dua kelas tersebut, ada pula lapak baca untuk siswa-siswi yang ingin membaca.
“Kegiatan berakhir di SMA Negeri Banggai Selatan di Desa Matanga, sekolah yang baru berkembang 3 tahun terakhir ini. Sekolah ini mempertemukan kami dengan siswa-siswi yang begitu semangat belajar dengan segala keterbatasan fasilitas karena sekolah ini masih dalam tahap awal pembangunan.
“Ini bukan tentang dimana, tapi tentang siapa. Siapa yang lebih keras, fokus, dan konsisten dalam menggapai cita-cita,” ujar Ika.
Kegiatan Giat Literas ditutup dengan berbagi buku dari FTBM ke sekolah.
Harapannya, kata dia siswa-siswi semakin semangat membaca dengan adanya buku-buku baru. Mengembangkan literasi adalah tanggungjawab kita semua mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah. kemajuan literasi di suatu daerah akan mendukung kemajuan pembangunan di daerah tersebut.
“Semoga kedepannya, semakin banyak gerakan literasi di Banggai Laut dan semakin banyak pula pau-pau Banggai yang menulis tentang Banggai,” pungkasnya.
Perlu diketahui FTBM merupakan wadah berhimpun dan berorganisasi bagi pengelola taman bacaan masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.**
Editor: Nomo
Halaman : 1 2

















