Headline News

Mengikuti ANBK Siswa Di Bangkurung Menempuh Jarak 3 Km Untuk Mencari Akses Internet

BANGGAI, KABAR BENGGAWI-Perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat dan tak bisa di bendung kecepatannya, namun sayang, tak seperti yang dirasakan warga Penduduk yang di Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut yang rupanya masih sangat sulit dapat menikmati jaringan seluler dan internet. Kalau pun ada Warga harus berjalan ratusan meter kearah pegunungan untuk mencari jaringan dan itu hanya di titik-titik tertentu saja.

Dampak buruknya apabila minimnya ketersedian akses jaringan seluler dan internet mengakibatkan sejumlah usaha yang bergantung pada jaringan seluler dan layanan internet itu menjadi terganggu, padahal saat ini jaringan seluler dan internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang hidup di era ini. Utilitasnya yang semakin meluas, internet bukan hanya untuk kepentingan komunikasi dan hiburan semata, kini menyasar ke aspek yang lebih penting seperti pendidikan, perdagangan, dan berbagai lainnya.

BACA JUGA :  Gawat! Berakhir Masa Tugas, Pj Bupati Banggai Kepulauan Terjadi Kekosongan ?

Kepada media, warga mengeluhkan kondisi jaringan seluler dan internet yang minim pada Daerah tersebut, Rabu (11/10/2023).

“Sudah lama sekali jaringan seluler pada kecamatan Bangkurung tidak normal, khususnya kami yang di Desa Lantibung ibu kota dari kecamatan Bangkurung” ucap warga

Selain daratan timur kecamatan bangkurung, rupanya akses jaringan seluler dan internet juga belum sepenuhnya dinikmati masyarakat hingga ujung barat desa Dungkean, Padahal di Desa-Desa wilayah barat kecamatan Bangkurung terdapat banyak tower jaringan yang berdiri kokoh di pegunungan, namun semua tower tersebut tidak berfungsi.

BACA JUGA :  Kejari Balut, Musnakan 43 Barang Bukti

Minimnya akses jaringan internet rupanya berpengaruh pada peningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah-Sekolah yang ada di kecamatan Bangkurung. Siswa kesulitan dalam mengikuti proses simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang membutuhkan akses jaringan, oleh karena itu beberapa siswa harus berjuang diatas bukit dibawah pohon-pohonan, berlokasi kurang lebih 3 km dari perkampungan dan hanya bisa dtempuh dengan berjalan kaki demi bisa mengikuti simulasi ANBK.

BACA JUGA :  Kejari Balut, Musnakan 43 Barang Bukti

“Sangat berpengaruh, apalagi saat ini sudah semua serba menggunakan aplikasi online termasuk ujian ANBK”. Ucap beberapa Guru Sekolah Negeri.

Mereka berharap para pemangku jabatan dapat memperhatikan kondisi jaringan seluler dan internet di Kecamatan Bangkurung.(Rz)