Pendidikan

Lokarya P5, SMP 1 Banteng dan SMP 2 Banggai Selatan Curi Perhatian

BANGGAI, KABAR BENGGAWI – Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banggai Laut menggelar Lokakarya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis Life Skill Education, di halaman SMAN 1 Banggai, Kamis (16/11/2023).

Berbagai Sekolah menampilkan berbagai keterampilan salah satunya SMP 1 Banggai Tengah yang mencuri perhatian dengan tema Green and Clean.

“Untuk tema Project P5 ini diserahkan ke Sekolah masing-masing, kami SMP 1 Banggai Tengah mengangkat tema hijau dan bersih atau Green and Clean,” terang Rismanto Lasinta salah satu guru SMP 1 Banggai Tengah yang ikut mendampingi Lokakarya.

Ia menjelaskan berbagai bahan sampah plastik yang terbuang diolah anak didiknya sedemikian rupa menjadi pernak-pernik yang unik.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

“Dibuat sendiri oleh para siswa-siswanya,” ujarnya.

Tak hanya SMP 1 Banggai Tengah, stand lainnya SMP 2 Banggai Selatan mengangkat tema yang keindonesiaan yakni toleransi.

Wenny Elpriana Suryanti salah satu guru SMP 2 Banggai Selatan mengatakan, di sekolahnya siswa dan para guru memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda sehingganya tema yang diangkat toleransi.

“Jadi Sekolah kami itu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berbasis toleransi, dan di lokakarya ini kami kemas dalam bentuk pohon toleransi,” katanya kepada wartawan.

Di stand SMP 2 Banggai Selatan memajang miniatur Masjid dan Gereja yang melambangkan simbol toleransi.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Dengan mengajarkan toleransi sedini mungkin isu Intoleransi bisa diredam sedini mungkin dari bangku sekolah menengah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Wasto Tatadeng dalam sambutannya menyampaikan, saat ini peran guru dalam kurikulum merdeka sangat membantu dan menghargai lingkungan dan budaya di sekitarnya.

“Upaya itu untuk mengembangkan kemandirian para siswa dan siswi untuk belajar secara mandiri, mengatur waktu dan mengemas sumber daya pembelajaran,” jelas Wasto Tatadeng.

Salah satu tujuan kurikulum merdeka, kata dia yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru mengembangkan aspek keterampilan dan praktek sesuai dengan nilai-nilai tertentu.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

“Kami di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga berusaha untuk mengembangkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan baik tatap muka ataupun daring,” ujarnya.

“Guru dituntut untuk bisa meningkatkan kompetensi agar mampu menerapkan kurikulum merdeka,” imbuhnya.

Wasto menyebut melalui Lokakarya ini, adalah wujud aksi nyata yang dilakukan satuan pendidikan melalui tenaga pendidik untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Lokakarya itu diikuti setidaknya 10 SMP yang tersebar di Kabupaten Banggai Laut.

Penulis : Nomo
Editor : –