Ia menuturkan, tahun 2023 ada 9 Desa yang menjadi Lokus dengan resiko berbeda-beda diantaranya Desa Timpaus 65, Sonit 112, Kasuari 127, Paisubebe 126, Mandel 146, Kokudang 131, Bolokut 85, Mbuang-Mbuang 78, dan Liputalas 55.
Upaya yang dilakukan Dinkes untuk menurunkan prevelensi stunting, kata Zulkifli yakni diantaranya sosialisasi pemberian makanan bayi dan anak pada kader posyandu dan KPM, Pembinaan kader posyandu dan KPM terkait 1000 hari pertama kehidupan, Pelacakan dan konfirmasi masalah gizi pada balita, Pendampingan TPK keluarga beresiko stunting, Penyuluhan dan Pelayanan Program KB, Pengkuhan UPPKA di kampung KB, Pembinaan Remaja, Demo Dapus Sehat dan sebagainya.
“Sasaran intervensi dilakukan pada remaja dan usia produktif, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita,” paparnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang KB/KS Alimudin memaparkan, evaluasi tindak lanjut audit kasus stunting ada 9 Desa dengan masing-masing hasil identifikasi yakni
Paisubebe : 2 Bumil, 1 Baduta, 1 Nifas.
Mandel : 0
Kokudang: 1 Bumil, 1 Baduta, 1 Nifas
Bolokut : 1 Catin, 1 Bumil, 1 Baduta, 1 Nifas
Mbuang-Mbuang: 1 Bumil, 1 Baduta, 1 Nifas.
Kasuari : 1 Catin, 2 Bumil, 2 Baduta, 2 Nifas.
Sonit : 1 Bumil, 2 Baduta
Timpaus : 2 Baduta dan 2 Nifas
dan Liputalas : 1 Catin, 2 Bumil, 2 Baduta.
Penulis : Nomo
Editor : –
Halaman : 1 2

















