“Sebenarnya APBD kita tidak terlalu besar, tapi karena ini komitmen kita untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera, maka kita terus berupaya meningkatkan penghasilan daerah agar biaya-biaya itu bisa ditutupi,” ujarnya.
Di bidang pendidikan ini, Delis juga mengemukakan kembali bahwa Pemkab Morut sudah membebaskan semua siswa SD dan SMP dari biaya komite sekolah. Pungutan Komite Sekolah itu tetap ada, tetapi tidak lagi dibebankan kepada orang tua, tapi ke APBD Morut.
Di bidang sarana prasarana, Pemkab Morut terus berupaya membangun gedung-gedung sekolah, menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti laptop dan akses internet serta beasiswa kepada mahasiswa asal Morut yang kuliah di berbagai kota di Indonesia senilai Rp 3 juta/tahun.
Delis mengingatkan bahwa tenaga pendidik dan kependidikan memikul tugas dan tanggung jawab yang berat untuk mempersiapkan anak-anak Morut menjadi tenaga-tenaga yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi di kemudian hari.
Usai memberikan sambutan, Bupati Delis menyerahkan bantuan laptop kepada kepala sekolah dan guru-guru penggerak serta meresmikan penggunakan Gedung SDN Ungkea yang didanai oleh Balai Permukiman dan Prasarana Wilayah Kementerian PUPR tahun 2023. (ANTARA)
Halaman : 1 2

















