Lanjut Tamrin, disaat warga terkumpul dipinggir pantai, korban sudah tidak kelihatan sehingga diputuskan untuk dilakukan pencarian bersama.
“Dua jam kemudian yakni sekira jam 09.00 Wita, korban berhasil dievakuasi oleh warga dari dasar laut dalam keadaan meninggal dunia dan mengantarkan ke rumah orang tuanya,” kata Kapolsek.
Tim Medis Puskesmas Toima yang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian menyatakan, tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, dan menyatakan korban meninggal karena kehabisan nafas.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima dan membenarkan bahwa korban memang memiliki riwayat sakit epilepsi.
“Menurut keterangan pihak keluarga, bahwa korban memiliki riwayat sakit epilepsinya. Jadi kesimpulan sementaranya bahwa gejala epilepsy korban kambuh hingga mengakibatkannya terbawa ombak dan meninggal dunia,” ungkap dia.***
Halaman : 1 2

















