Dua kapal berkelir abu-abu putih terlihat bersandar gagah di perairan Kepulauan Riau, Batam, pada Selasa (7/5/2024). Badan kedua kapal itu dihiasi bendera merah putih yang dipasang melingkar dan diberikan aksen ploi atau lipatan di sisi-sisi tepian kapal. Sementara itu di salah satu sisi tubuh kapal, tertera tulisan berukuran besar sangat besar “Aku cinta produk Indonesia, 100% cinta Indonesia’.
Kedua kapal berbadan kekar tersebut merupakan armada tempur baru milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), yang pagi itu tengah menjalani rangkaian prosesi simbolis, yakni shipnaming dan launching. Hadir dalam acara itu, pimpinan dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Angkatan Laut (AL) selaku konsumen dan PT Citra Shipyard, selaku produsen.
Shipnaming sendiri merupakan bagian dan rangkaian seremonial dalam pembangunan kapal perang. Secara lengkap, seremonial pembangunan kapal perang akan meliputi tahap first steel cutting, keel laying shipnaming, launching, delivery and receiving commissioning, serta tahapan terakhir adalah pengukuhan.
Setelah pernyataan shipnaming, acara dilanjutkan pemotongan tali dan pemecahan kendi oleh Ketum Jalasenastri didampingi founder dan Dirut PT Citra Shipyard. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan launching oleh KSAL Laksanama Muhammad Ali, yang secara simbolis juga melaksanakan pemotongan tali tross dan penekanan tombol sirine.
Mesin perang laut yang untuk pertama kalinya ditampilkan ke publik di galangan kapal milik PT Citra Shipyard itu diketahui diberi nama Kapal Republik Indonesia (KRI) Butana–bernomor lambung 878. Sedangkan kembarannya, KRI Selar, bernomor lambung 879.
Sebagai kapal patroli kebanggaan TNI-AL, kedua kapal itu memiliki spesifikasi teknis dengan ukuran panjang 45,50 meter dan lebar 7,90 meter. Kedua kapal tersebut juga memiliki draught 1,80 meter, kecepatan maksimum 24 knots, kecepatan jelajah 17 knots, dan menggunakan mesin pendorong pokok dua unit MAN 12V175D-MM (3018 PS/2200 KW).
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















