Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa kehadiran kedua kapal tersebut merupakan bentuk komitmen TNI-AL dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan mengurangi produk impor. “Langkah itu diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diwujudkan dengan memajukan industri perkapalan dalam negeri,” ujar KSAL Muhammad Ali.
Alutsista Canggih
Armada tempur baru tipe (PC) 40 buatan dalam negeri itu sendiri memang memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan kapal patroli lain. Yakni, KRI Butana dan KRI Selar diperkuat dengan main gun satu unit meriam kaliber 30 mm dan dua unit senjata mitraliur kaliber 12,7 mm. Kedua kapal itu juga mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca, baik untuk melaksanakan penegakan hukum di laut maupun misi search and rescue (SAR).
Tergolong dalam alutsista yang canggih, kedua kapal patroli itu akan ditempatkan di lokasi terpisah demi memaksimalkan penjagaan keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia. KRI Butana akan disiapsiagakan di Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) V Surabaya, sedangkan KRI Selar-879 kelak ditempatkan di Satuan Kapal Patroli Lantamal VIII Manado.(*)

















