Sungguh ironi jika janji dan kampanye hanya mengandalkan APBD untuk menaikan TPP ASN, sempitnya ruang fiskal Banggai Laut dan ketidaktauan posisi keuangan membuat sejumlah kandidat berspekulasi naikan TPP. Apakah harus pakai sistem hutang untuk belanja lain?
Semestinya para calon Bupati dan Wakil Bupati memperlancar struktur APBD agar dijadikan barometer untuk kampanye tidak asal bicara saja tanpa berdasarkan data dan fakta keuangan.
Sebab ini sudah terbukti di pemerintahan mantan Bupati Wenny Bukamo dengan naiknya TPP ASN, anggaran belanja modal banyak meninggalkan hutang. “Itu hanya untuk ambil hati ASN. Di pemerintahan Sofyan Kaepa tak bisa berbuat apa-apa, karena hanya membayar hutang jumbo mencapai Rp200 miliar.
Ia menyebut ini adalah standar ganda para kandidat, bagaimana tidak ASN yang notabene cukup dengan gaji bulannya kini dimanjakan dengan janji politik tentang TPP yang dinaikan.
“Bagaimana naikan TPP ASN sedangkan disisi lain hutang menumpuk, apakah harus di korbankan kepentingan masyarakat lain?,” ungkapnya.
Meski demikian Sofyan Kaepa tetap berupaya membayar hutang dan menjalanakn membangun fasilitas untuk kepentingan rakyat yang tidak menggunakan APBD namun menggunakan APBN.
Penulis : Nomo
Halaman : 1 2

















