Penyakit Jantung, Diabetes, dan Stunting Jadi Permasalahan Utama Kesehatan di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penyakit Jantung

Ilustrasi Penyakit Jantung

 

“Penyakit jantung menjadi penyakit dengan biaya BPJS Kesehatan tertinggi dengan Rp10,28 triliun, diikuti kanker Rp3,54 triliun, dan stroke Rp2,55 triliun”

 

Prevalensi stunting mengalami penurunan lambat selama 10 tahun terakhir (2013-2023), dari 30,8 persen (2018), 27,67 persen (2019), 24,4 persen (2021), 21,6 persen (2022), hingga 21,5 persen (2023). Untuk tahun 2024 ini target yang perlu dicapai adalah 14 persen, yaitu masih 7,5 persen dari capaian tahun 2023. Tahun 2023 terdapat 11.896.367 keluarga yang beresiko stunting (BKKBN) yang berpotensi menghambat penurunan prevalensi stunting.

 

Anggaran yang sudah dialokasikan untuk penanganan stunting, menurutnya, sudah cukup memadai, namun kinerja anggaran tersebut belum mencapai target yang diharapkan. “Di tahun 2021 dengan anggaran Rp35,3 triliun, angka stunting turun 1,7 persen (2022), Tahun 2022 anggaran Rp34,1 triliun angka stunting turun 0.1 persen (2023) dan di tahun 2023 anggaran Rp30 triliun dengan harapan angka stunting turun sekitar 7 persen di tahun 2024,” tuturnya.

 

Selain malnutrisi, faktor overnutrisi juga menjadi sorotan dokter jebolan Universitas Brawijaya ini. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) 2021, Indonesia kini menduduki peringkat lima sebagai negara dengan kasus diabetes terbanyak di dunia. Menurut data IDF 2021, ada 19,5 juta orang Indonesia berumur 20-79 tahun yang kena diabetes di Indonesia.

 

Pada tahun 2011, kasus diabetes di Indonesia masih ada di angka 7,29 juta. Artinya, kasus diabetes di Indonesia meningkat 166,94 persen dalam 10 tahun terakhir. “IDF juga memprediksi Indonesia masih akan menduduki peringkat 5 di 2045 mendatang. Perkiraannya, kasus diabetes Indonesia akan mencapai 28,6 juta atau meroket 46,6 persen,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel www.kabarbenggawi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Rekomendasi untuk Anda

Rakor Timpora Digelar, Bupati Sofyan Kaepa Tekankan Pengawasan Orang Asing.
Kadis Kesehatan PP dan KB Balut Ikut Rakor Bangga Kencana, Perkuat Sinergi Tekan Stunting di Sulteng
Bupati Sofyan Kaepa Tutup Latsar CPNS, Tegaskan Disiplin ASN
ULT BNN/P4GN Segera Hadir di Balut Bupati Sofyan Kaepa Siapkan Kantor dan Lahan
Sulteng Ekspor Durian Beku ke Tiongkok 151 Kontainer, 4.077 Ton
Dinkes Banggai Laut Gelar Pemeriksaan Gratis di HUT ke-62 Sulteng
Banggai Laut Siap Jadi Tuan Rumah Interfaith Harmony Camp
Kaban BKPSDM: Belum Ada Instruksi Bupati Terkait PPPK Dirumahkan
Berita ini 207 kali dibaca

Rekomendasi untuk Anda

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:35 WITA

Rakor Timpora Digelar, Bupati Sofyan Kaepa Tekankan Pengawasan Orang Asing.

Rabu, 22 April 2026 - 15:02 WITA

Kadis Kesehatan PP dan KB Balut Ikut Rakor Bangga Kencana, Perkuat Sinergi Tekan Stunting di Sulteng

Jumat, 17 April 2026 - 16:41 WITA

Bupati Sofyan Kaepa Tutup Latsar CPNS, Tegaskan Disiplin ASN

Jumat, 17 April 2026 - 11:37 WITA

ULT BNN/P4GN Segera Hadir di Balut Bupati Sofyan Kaepa Siapkan Kantor dan Lahan

Kamis, 16 April 2026 - 16:54 WITA

Sulteng Ekspor Durian Beku ke Tiongkok 151 Kontainer, 4.077 Ton

Berita Terbaru

Advertorial

Fix Polres Banggai Laut Terbentuk, 100 Personel Disiapkan

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:22 WITA