Muh Ruhil juga menjelaskan saat ini banyak macam metode, cara dan taktik yang dilakukan oleh kelompok maupun pengikut aliran kepercayaan dan keagamaan yang menyimpang guna tetap eksis dan terus menyebarkan pemahamanya kepada masyarakat lainya, salah satunya membuat komunitas-komunitas kecil yang menyasar anak muda dan tentunya agak susah di deteksi karena pergerakanya selalu silent dan kecil selain itu kelompok ini juga menyebarkan pemahamanya menggunakan media sosial.
“Masih adanya perkembangan aliran kepercayaan dan keagamaan di wilayah Banggai Kepulaun dapat berpotensi menjadikan para pengikutnya kemudian direkrut menjadi kelompok radikal
dan intoleran,”ucap perwira dengan balok dua dipundaknya tersebut.
Kami mengharapkan kepada semua stakeholder dan juga Pemda Kabupaten Banggai Kepulauan agar terus hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya pada kelompok-kelompok maupun aliran kepercayaan dan keagamaan guna mereduksi dan memitigasi perkembangan aliran tersebut juga membatasi paham-paham radikal dan intoleran yang masuk dan menyebar di masyarakat,
“Peran masyarakat juga sangat penting dalam pengawasan dimana dapat melaporkan adanya perkembangan berbagai aliran atau aktivitas yang dianggap menyimpang yang nantinya dapat menggerus nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan di Indonesia khususnya di Kab. Bangkep, tutup Kasat Intelkam.
Rapat tersebut dihadiri oleh Kajari Banggai Laut di wakili Kasi Intel Andi Prawiro Setiono, S.H, MH, Kepala Badan Kesbangpol Muchin Hs.Yasano,S.Ag, Kadis Dikbud Iksan Nursin,S.Pd, Kasat Intelkam Iptu Muh.Ruhil Newton Sugiarto,S.H, Pabung Bangkep 1308 LB Mayor Inf Moh. Salam M. Lubis, Ketua FKUB Drs. Ahmad Yani, Kasi Bimas Kemenag Bangkep Zainudin Adam, Anggota BIN dan para Kabid Kesbangpol Kab. Bangkep.*
Halaman : 1 2

















