“Kami berharap program subsidi ini tetap dipertahankan dan diperjuangkan kepada pemerintah pusat agar terus berlanjut. Keberadaan kapal feri ini sangat membantu masyarakat serta mendukung kelancaran roda perekonomian daerah,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pengusaha di Banggai Laut sekaligus pemilik Toko Tani, Frengky, mengaku penghentian sementara operasional KM Tanjung Api telah berdampak pada usahanya. Menurutnya, banyak barang yang tertahan di perjalanan sehingga pasokan ke Banggai Laut menjadi terlambat.
“Kasihan kami para pengusaha ekspedisi dan toko-toko di Banggai Laut. Barang tertunda lama di perjalanan, sementara jika dikirim melalui Salakan biaya angkutnya jauh lebih tinggi,” katanya.
Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar layanan penyeberangan Luwuk–Banggai Laut dapat kembali berjalan normal, sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di wilayah kepulauan tersebut tidak terus mengalami hambatan. (Man)
Halaman : 1 2


















