“Barang buktinya akan kami amankan dulu untuk proses lebih lanjut,” ungkap Ridwan.
Meski begitu, pengamanan barang bukti bukan akhir dari persoalan. Asal-usul BBM, proses pengumpulan, legalitas pengangkutan, serta pihak yang bertanggung jawab masih harus ditelusuri.
Di tengah keluhan masyarakat mengenai antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah SPBU, temuan ini semakin menegaskan pentingnya pengawasan.
Penelusuran harus menjangkau seluruh rantai distribusi, mulai dari SPBU hingga pihak yang diduga mengendalikan pengumpulan dan pengangkutan BBM. Jika ditemukan pelanggaran, siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Saat ini publik sedang menantikan, apakah penyelidikan akan membongkar seluruh mata rantai di balik 500 jeriken Pertalite tersebut, atau justru berhenti pada barang bukti dan orang-orang yang ditemukan di lokasi?
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian sementara barang bukti BBM masih dalam pengamanan tim gabungan TNI dan Satpol PP Banggai Laut. ***
Halaman : 1 2


















