BANGGAI, KABAR BENGGGAWI– Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, menegaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya tidak memiliki lahan perkebunan sawah skala besar, melainkan hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Meski demikian, Kabupaten Banggai Laut dinilai mampu menjaga stabilitas harga dan tetap jauh dari tekanan inflasi.
Menurut Bupati Sofyan, sejak dirinya bersama Wakil Bupati dilantik, prioritas utama pemerintah daerah adalah membangun konektivitas antarprovinsi, kabupaten, hingga pulau-pulau yang ada di Banggai Laut.

“Kenapa kita jauh dari inflasi? Karena sejak awal kami memprioritaskan konektivitas. Akses transportasi menjadi yang utama,” ujarnya.
Ia mencontohkan, kebutuhan beras untuk masyarakat Banggai Laut dipasok dari Provinsi Sulawesi Tenggara dengan memanfaatkan kapal Sabuk Nusantara milik PT Pelni yang mendapat subsidi pemerintah. Dengan biaya transportasi yang lebih murah, harga beras pun dapat ditekan.
“Misalnya beras kami ambil dari Sulawesi Tenggara, harganya sedikit lebih murah karena menggunakan kapal Sabuk Nusantara yang disubsidi. Jadi ongkos transportasi lebih rendah,” jelasnya.
Sebagai bentuk intervensi pengendalian harga, Pemerintah Kabupaten Banggai Laut juga akan melakukan langkah stabilisasi sembako. Intervensi pertama dilakukan di Kecamatan Labobo dan selanjutnya direncanakan pada bulan Ramadhan di Kecamatan Banggai.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















