SENAYAN, KABAR BENGGAWI – Anggota Komisi II DPR RI Hugua menyoroti persoalan banyaknya kegagalan yang dialami tenaga honorer yang melamar sebagai ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru. Banyaknya guru honorer berusia lanjut gagal dalam tes tersebut sangat disayangkan, namun dirinya memahami karena rintangan yang dialami para guru tersebut sangat besar. Ini disebabkan tes PPPK yang digelar pemerintah berbasis teknologi, sementara banyak diantara para guru yang belum dapat mengoperasikan komputer dengan baik.
“Memang nampak sekali bahwa kita lihat sepintas bagi yang berumur sudah tua kadang-kadang PPPK ini kan ada yang sudah tua, jadi menghadapi komputer saja sudah deg-degan apalagi mencoba menggunakan komputer jadi memang ke depan mesti ada bimbingan-bimbingan teknis bagi mereka ini ya” kata Hugua usai menghadiri pertemuan Tim Kunspek Komisi II DPR RI dengan perwakilan Pemprov Sumatera Selatan, Kepala Kanreg VII BKN Palembang, dan Kepala BKD Sumsel, di Kantor Regional VII BKN Palembang, Sumsel, Rabu (22/9/2021).
Kurangnya kemampuan mengoperasikan komputer ini dinilai Hugua berdampak pada faktor psikologis para guru. Karenanya, politisi PDI-Perjuangan ini meminta guru yang belum memiliki kemampuan menggunakan komputer dapat segera mengikuti bimbingan teknis, dan mengusulkan agar pemda memfasilitasi penyelenggaraan bimbingan teknis tersebut, sehingga guru honorer memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi tes seleksi.
“Jangankan menjawab soal, menghadapi komputer saja (mereka) setengah mati. Jadi ya saran saya kepada guru-guru terutama ya, pegawai non-guru yang ada di pelosok sana, yang bertugas di daerah pelosok supaya melakukan bimbingan dan saya percaya pemerintah daerah masing-masing akan memfasilitasi bimbingan belajar bagaimana memahami komputer itu” tegas Hugua.
Selain bimbingan, Anggota Dewan dapil Sulawesi Tenggara ini juga meminta agar Kemendikbud-Ristek dan Dinas Pendidikan dapat memfasilitasi proses sertifikasi keprofesian guru untuk memenuhi persyaratan UU Sisdiknas. Ia juga menyoroti soal passing grade yang tinggi menyebabkan peserta tidak bisa berkompetisi karena bangak diantara mereka yang gagal dalam tes.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















